Sosoknya dikenal sebagai "Bapak" mampu mencairkan suasana disaat ketegangan keyerpurukan terjadi dalam tim, tak jarang Kuncoro menjadi sasaran candaan pemain pemain muda asuhannys, dia sekaligus motivator ulung di ruang ganti.
Bagi Kuncoro, jabatan hanyalah nama, namun mengabdi untuk Arema—baik sebagai pemain, pelatih fisik, maupun asisten pelatih bagi Marcos Santos—adalah harga mati.
Selamat jalan, Kuncoro. Dedikasimu, semangat juangmu, candaanmu dan gelar-gelar yang kau persembahkan akan abadi dan telah engkau buktikan janji setiamu mengabdi di Arema bagi sepak bola Indonesia hingga hayatmu.
Doa Husnul Khotimah menyertaimu Cak Kun. Amin YRA
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Maarten Paes Kembali Bantah Gabung Persib
Piala Afrika Makan Korban, Wajah Pemain Maroko Berlumuran Darah
Aksi Ronaldo Keterlaluan Mengundang Reaksi Warganet
Arsenal Menyalip Chelsea di Puncak Daftar Klub Terkaya Sepak Bola yang Didominasi WSL
Metalwood x Adidas Skateboarding Merilis Predator Sala Berbahan Suede