SportlinkNews - Madura United resmi memecat Carlos Parreira. Keputusan mendepak pelatih asal Brasil tersebut diambil manajemen Laskar Sape Kerrap menyusul rentetan hasil buruk yang menimpa tim.
Masa bakti Parreira di Madura United terhitung sangat singkat karena tercatat hanya memimpin 14 pertandingan. Durasi kepemimpinan yang seumur jagung ini menjadi konsekuensi dari performa skuadnya yang dianggap tidak memenuhi ekspektasi klub.
"Performa tim yang terus menurun dalam beberapa pertandingan terakhir membuat manajemen mengambil keputusan dengan cepat," kata manajer Madura United, Umar Wachdin.
Keterpurukan Madura United mencapai puncaknya pada pekan ke-24, karena harus rela terperosok ke zona degradasi. Selama di bawah komando Parreira, tim kesulitan untuk bangkit dan bersaing di papan tengah.
"Setelah melalui proses evaluasi, Coach Carlos Parreira dinilai bertanggung jawab atas hasil yang belum sesuai harapan dan ia menyatakan kesediaannya untuk mundur dari kursi kepelatihan," ucapnya.
Statistik menunjukkan dari 14 laga yang dilalui, Madura United hanya mampu mengamankan satu kemenangan telak 5-1 saat menjamu Semen Padang. Hasil positif tersebut rupanya menjadi satu-satunya catatan manis di tengah rapor merah tim.
Baca Juga: Respons Panggilan John Herdman, Elkan Baggott Dipastikan Hadir di Jakarta
Sisa pertandingan lainnya berakhir dengan hasil yang mengecewakan bagi publik Madura. Sembilan laga berujung kekalahan pahit, sementara empat pertandingan lainnya berakhir dengan skor imbang.
Kesulitan meraih poin penuh juga sangat terasa saat bermain sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Status kandang seolah tidak memberikan keuntungan berarti bagi performa Madura United.
Situasi ini memicu gelombang protes yang masif dari para pendukung setia setiap kali Madura United berlaga di markas sendiri. Puncaknya, aksi anarkis berupa pelemparan petasan sempat mewarnai laga kandang kontra Malut United sebagai bentuk kekecewaan suporter.
Baca Juga: Jude Bellingham Menangis Dihantam Cedera, Penggemar Inggris Khawatir
"Manajemen bergerak cepat dalam mengambil langkah ini, sekaligus menjawab harapan para suporter yang menginginkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap tim," tuturnya.
Langkah cepat kini sedang ditempuh manajemen untuk mengisi kekosongan di kursi kepelatihan. Fokus utama saat ini adalah menemukan sosok yang mampu memulihkan mentalitas pemain dan memperbaiki posisi tim di klasemen.
Artikel Terkait
Hasil Super League: Persib Cukur Madura United, Ramon Tanque Cetak Brace
Menang Telak dari Madura United Jadi Modal Kuat Bagi Persib Jalani Duel Kontra Persebaya
Malut United FC Kehilangan Pemain Pilar di Laga Melawan Madura United FC
Tumbangkan Madura United, Skuat Malut United Catat Kemenangan Penting di Pamekasan
Persita Menang Telak atas Madura United FC Jadi Modal Kuat Bertahan di Lima Besar Super League