SportlinkNews - Komite Disiplin (Komdis) PSSI secara resmi telah merilis denda dan sanksi berat sebagai buntut dari kericuhan yang mewarnai kompetisi Elite Pro Academy U-20. Keputusan tegas tersebut diambil setelah otoritas tertinggi sepak bola nasional itu melakukan investigasi mendalam terhadap laga antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20.
Pengumuman hasil sidang Komdis yang dirilis pada Rabu (6/5) ini menjadi bukti keseriusan federasi dalam memberantas aksi anarkis di lapangan hijau. Sebanyak 12 poin keputusan dijatuhkan kepada berbagai pihak yang dianggap bertanggung jawab atas insiden memalukan pada kompetisi usia muda tersebut.
Hukuman yang dijatuhkan menyasar berbagai elemen tim, mulai dari pemain hingga ofisial klub yang terlibat langsung dalam pertikaian. PSSI berharap sanksi ini dapat memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan demi martabat sepak bola Indonesia.
Nama pemain muda Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, menjadi sosok yang menerima hukuman paling berat dalam edaran putusan tersebut. Komdis memutuskan untuk membekukan karier profesional sang pemain dalam durasi yang cukup lama akibat pelanggaran disiplin kategori sangat berat.
Fadly dipastikan tidak boleh terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola di bawah naungan PSSI selama tiga tahun berturut-turut. Selain larangan bermain, ia juga diwajibkan membayar denda administratif sebesar Rp15 juta atas perilaku buruk yang ditunjukkan di lapangan.
Hukuman berat ini merupakan konsekuensi langsung dari aksi kekerasan fisik yang sempat terekam kamera dan memicu kemarahan publik. Video yang memperlihatkan Fadly melakukan tindakan tidak terpuji tersebut menjadi salah satu bukti kunci dalam persidangan komite disiplin.
Baca Juga: Reaksi Arteta Usai Arsenal Tenggelamkan Atletico
Fadly menjadi perhatian publik setelah video dirinya melakukan tendangan kungfu ke arah pemain lawan viral di media sosial. Cuplikan laga yang memperlihatkan agresi fisik berlebihan itu langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital hingga memicu desakan sanksi tegas.
Dampak dari kerusuhan di lapangan tersebut ternyata meluas dan tidak hanya berfokus pada satu individu pemain saja. Empat rekan setim Fadly di skuat Bhayangkara FC U-20 juga turut terseret dalam pusaran sanksi berat dari federasi.
PSSI memberikan hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola bagi keempat pemain tersebut dengan rentang waktu yang bervariasi. Berdasarkan hasil evaluasi, mereka dijatuhi masa hukuman antara satu hingga dua tahun tergantung pada tingkat keterlibatan dalam kericuhan.
Baca Juga: Diego Simeone Ribut di Pinggir Lapangan dengan Mantan Direktur Olahraga Atletico
Pihak lawan, Dewa United U-20, juga tidak lepas dari pantauan tajam Komdis dalam memberikan penilaian terhadap jalannya pertandingan. Dua penggawa tim tersebut dinyatakan bersalah karena ikut memperkeruh situasi saat gesekan fisik antarpemain mulai pecah.
Pemain atas nama Reyvan Rezqi Ilahi dan Mohammad Ridwan turut mendapat hukuman akibat terlibat kericuhan. Keduanya dinilai gagal menahan diri dan justru ikut terpancing dalam aksi saling serang yang mencederai nilai-nilai sportivitas olahraga.
Artikel Terkait
Imbas Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Didepak dari Timnas Indonesia U-20
Sesali Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Minta Maaf dan Siap Terima Sanksi
Buntut Tendangan Kungfu Fadly Alberto, Mauricio Souza Soroti Karakter Pemain Muda
Buntut Tendangan Kungfu, Pemain Bhayangkara FC U-20 Fadly Alberto Dijatuhi Sanksi Berat Tiga Tahun