Imbas Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Didepak dari Timnas Indonesia U-20

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Selasa, 21 April 2026 | 18:18 WIB
Badan Tim Nasional Sumardji menerangkan perihal dua pemain baru yang masih ditunggu kehadirannya di TC tahap 2 SEA Games 2025, 5-27 November 2025. (ISTIMEWA)
Badan Tim Nasional Sumardji menerangkan perihal dua pemain baru yang masih ditunggu kehadirannya di TC tahap 2 SEA Games 2025, 5-27 November 2025. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Keputusan tegas diambil Badan Tim Nasional (BTN) dengan mencoret Fadly Alberto dari daftar pemain Timnas Indonesia U-20. Langkah ini merupakan buntut dari aksi tendangan kungfu yang dilakukan pemain Bhayangkara FC U-20 tersebut terhadap penggawa Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy (EPA).

Ketua BTN, Sumardji, mengonfirmasi secara langsung Fadly tidak lagi bagian dari skuad Timnas Indonesia U-20. Tindakan indisipliner tersebut menjadi alasan utama sang pemain dicoret.

Sanksi internal ini membuat posisi Fadly dipastikan absen dalam dua agenda besar yang dihadapi Timnas Indonesia. Skuad Garuda Muda dijadwalkan bertarung di Piala AFF U-19 pada Juni 2026 serta Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 mendatang.

Baca Juga: Imran Nahumarury Akui Timnya Kehilangan Fokus Saat Meladeni Persijap Jepara

Kualifikasi tingkat benua tersebut rencananya akan diselenggarakan pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Dengan pencoretan resmi ini, peluang Fadly untuk mengenakan seragam merah putih dalam waktu dekat telah tertutup rapat.

"Secara otomatis [Fadly Alberto] dicoret," kata Sumardji saat dihubungi wartawan.

Sumardji juga mengaku telah menghubungi Fadly segera setelah insiden kekerasan di lapangan tersebut viral. Pihaknya meminta klarifikasi langsung mengenai alasan di balik tindakan berbahaya yang mencederai nilai sportivitas tersebut.

Baca Juga: Persijap Tampil Impresif, Laskar Kalinyamat Petik Tiga Poin dari Padang

"Semalam saya sudah telpon. Saya kasih tahu, 'Itu kok sampai seperti itu bagaimana?'. Ya mau nggak mau ya harus dicoret," ujarnya.

Selain sanksi dari pihak tim nasional, Fadly kini tengah membayangi ancaman hukuman tambahan dari PSSI. Sumardji yang juga menjabat sebagai COO Bhayangkara FC menyerahkan sepenuhnya mekanisme persidangan kasus ini kepada pihak berwenang.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI dijadwalkan segera bersidang untuk menelaah laporan pertandingan dari pengawas di lapangan. Mereka memiliki wewenang penuh untuk menjatuhkan larangan bertanding maupun denda finansial kepada pemain yang melanggar kode etik.

Baca Juga: Pacar Erling Haaland Marah Pulang dengan Penuh Luka Goresan

Hukuman dari Komdis PSSI diharapkan dapat memberikan efek jera agar insiden serupa tidak terulang di kompetisi usia muda. Kedisiplinan menjadi aspek yang sangat ditekankan oleh PSSI dalam mencetak generasi pemain profesional yang berkualitas.

"Kami serahkan kepada komdis, seperti apa nanti keputusannya," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X