Hong mengakui, zaman dulu belum ada pembinaan usia dini seperti Sekolah Sepak Bola (SSB) yang kini menjamur.
Ia baru mulai bermain secara serius saat duduk di bangku SMP, usia yang dianggap terlambat untuk memulai karier sepak bola.
“Dulu SSB belum ada. Jadi saya mulai telat, usia 16 baru main bola,” kata Hong.
Baca Juga: Toyota Gazoo Racing Indonesia Kini Diperkuat GR Yaris Rally2 Pertama di Asia
Proses rekrutmen pemain ke Persis Solo dilakukan melalui pemantauan langsung di berbagai kompetisi lokal.
Talent scouting menjadi kunci untuk mencari pemain-pemain potensial.
Hong sendiri saat itu bergabung dengan klub AWM sebelum akhirnya dipanggil memperkuat Persis.
Baca Juga: Selangkah Lagi ke Final NBA, Shai dan Jalen Bawa OKC Thunder Menang Dramatis di Gim 4
“Kalau orang Chinese biasanya main di TNH, tapi saya tidak karena lingkungan saya di Keprabon,” pungkasnya.