liga-indonesia

PSSI Bangun Fondasi Liga Putri Lewat Pramusim Empat Klub di 2026

Sabtu, 12 Juli 2025 | 20:40 WIB
Ketua Umum PSSI, berfoto bersama peringkat 3 Pertiwi Cup U14 & U16 All Stars 2025 di Supersoccer, Kudus, 12 Juli 2025. (Djarum Foundation)

SportlinkNews - Sebelum menggulirkan kompetisi putri pada 2027, PSSI berencana akan menggelar pramusim Liga Putri pada 2026 dengan melibatkan empat klub. Ini dilakukan untuk mengukur kesiapan tim, hingga ekosistem sepak bola putri. 

Rencana ini diumumkan Erick di sela-sela penyelenggaraan Piala Pertiwi U-14 & U-16 All Stars di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu, 12 Juli 2025.

Ia menyebut, dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan surat kepada I League selaku operator kompetisi untuk mulai menyiapkan pramusim Liga Putri pertengahan tahun depan.

Baca Juga: Chelsea Goda Donnarumma Jelang Final Piala Dunia Klub 2025, PSG Terancam Gagal Perpanjang Kontrak

"Kita coba empat klub dulu untuk melihat seperti apa talentanya. Mungkin dari Banten, Jakarta, Bandung, dan Tangerang," kata Erick.

"Dewa United, Persib Bandung, Persija, dan satu klub dari Tangerang. Ini untuk melihat persiapan setahun ke depan,  bisa enggak? Nah, ini yang kita mau coba secara bertahap," tambahnya kemudian.

Langkah ini, kata Erick, sangat penting untuk mengukur kesiapan tim, pemain, hingga ekosistem sepak bola putri secara menyeluruh sebelum liga resmi diluncurkan.

Bila pramusim berjalan lancar, jumlah peserta akan ditambah secara progresif di musim-musim selanjutnya.

Baca Juga: Rencana Jorge Jesus di Al Nassr: Kurangi Menit Bermain Ronaldo dan Cari Kiper Baru

"Liga itu hak PSSI, I League hanya operator. Jadi kami akan minta mereka mulai percobaan, kalau empat klub bisa jalan, nanti bertambah jadi enam, lalu berkembang lagi," jelasnya.

Menurut Erick, proses pembangunan sepak bola putri tidak bisa dilakukan secara instan atau hanya demi pencitraan. Ia tidak ingin Liga Putri bernasib seperti 2019, ketika sempat vakum total setelah hanya berlangsung satu musim.

"Banyak yang minta segera jalan, tapi saya tidak mau hanya karena tekanan atau citra, lalu dipaksakan. Kita harus hitung talent pool-nya. Jangan sampai setelah satu dua musim malah bubar," ujarnya.

Baca Juga: Liverpool Ultimatum Konate: Perpanjang Kontrak atau Dijual Musim Panas Ini

Erick juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas sepak bola, dalam membangun fondasi yang kuat.

Ia mengapresiasi kerja sama PSSI dengan Djarum Foundation yang selama dua tahun terakhir aktif mengembangkan sepak bola putri usia dini lewat program seperti MilkLife Soccer Challenge dan Piala Pertiwi All Stars.

Ia pun menyoroti peran penting Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Kementerian Pendidikan dalam mendukung pembinaan sejak tingkat sekolah.

Baca Juga: Ancaman Badai Tornado Batalkan Sesi Latihan IndyCar di Iowa Speedway

"Saya catat saat ini kita sudah punya sekitar 16.000 talenta usia muda hasil pembinaan dua tahun terakhir. Bahkan ada pemain usia 12 tahun yang bisa cetak 10 gol di Piala Pertiwi All Stars. Artinya, potensi itu ada dan nyata," ungkap Erick.

Dengan sistem pembinaan berjenjang dari kelompok usia U-8 hingga U-16, dan rencana kelanjutan ke kelompok U-19 serta tim senior, Erick optimistis masa depan sepak bola putri Indonesia akan semakin cerah.

Namun, ia menegaskan bahwa kompetisi yang konsisten adalah kunci utama dalam menjaga kontinuitas dan kualitas pemain.

"Sekarang U-19 dan senior sama-sama butuh pemain. Kalau tidak ada liga, bagaimana bisa membangun timnas yang kuat? Maka dari itu kita mulai secara bertahap. Ini proses panjang, dan semua pihak harus ikut terlibat membangunnya," pungkas Erick.

Tags

Terkini