SportlinkNews - Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas aksi kekerasan yang ia lakukan terhadap penggawa Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20.
Pernyataan penyesalan tersebut diunggah oleh Fadly melalui media sosial Instagram pribadinya. Dalam pesan tertulisnya, ia secara spesifik menyebutkan pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat tindakan emosionalnya di atas lapangan.
Fadly mengarahkan permohonan maafnya kepada Rakha Nurkholis selaku korban langsung serta manajemen Dewa United U-20. Selain itu, ia juga merasa perlu meminta maaf kepada jajaran petinggi dan tim pelatih Bhayangkara FC U-20 yang telah menaunginya selama ini.
Baca Juga: Imran Nahumarury Akui Timnya Kehilangan Fokus Saat Meladeni Persijap Jepara
"Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20," tulis Fadly.
Fadly menyadari bahwa tindakan menendang lawan bukanlah perilaku yang pantas dilakukan oleh seorang atlet profesional. Fokus utama dalam klarifikasinya adalah memulihkan hubungan baik dengan rekan seprofesi yang menjadi sasaran tendangan brutalnya.
"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis," ucapnya.
Baca Juga: Persijap Tampil Impresif, Laskar Kalinyamat Petik Tiga Poin dari Padang
Selain kepada lawan, dampak negatif dari tindakan tersebut juga dirasakan oleh internal klub tempatnya bernaung saat ini. Fadly merasa telah mengecewakan seluruh elemen tim yang selama ini memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk berkompetisi.
"Dan untuk tim Bhayangkara FC, saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen, dan seluruh jajaran tim pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," ujarnya.
Fadly juga tidak memungkiri bahwa statusnya sebagai representasi pemain tim nasional memberikan beban moral yang jauh lebih besar. Sebagai figur yang pernah membela negara, tindakannya dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas yang dijunjung tinggi oleh skuad Garuda Muda.
Baca Juga: Pacar Erling Haaland Marah Pulang dengan Penuh Luka Goresan
Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini tercatat sebagai salah satu pilar Timnas Indonesia U-17 pada ajang Piala Dunia U-17 2025 lalu. Namun, reputasi yang telah dibangun tersebut kini harus runtuh setelah namanya resmi dicoret dari daftar skuad Timnas Indonesia U-20.
"Dan untuk Tim Nasional Indonesia, saya meminta maaf. Karena perbuatan saya mencoreng nama Timnas Indonesia," ungkapnya.