SportlinkNews - Manajemen Persib Bandung akhirnya memberikan respons terkait dugaan tindakan rasisme yang menyeret nama kapten mereka, Marc Klok. Maung Bandung menekankan penanganan kasus sensitif ini harus berpijak pada fakta hukum yang kuat dan tidak berdasar pada asumsi semata.
Perselisihan ini bermula saat Persib Bandung bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pekan ke-30 Super League 2025/26. Pertandingan tensi tinggi tersebut diselenggarakan di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Kamis (30/4).
Ketegangan di lapangan mulai memuncak sesaat setelah pemain bertahan Persib, Federico Barba, berhasil mencetak gol ke gawang Bhayangkara FC. Gol tersebut sempat memperkecil ketertinggalan tim tamu menjadi 1-2 dan memicu perebutan bola di dalam gawang untuk segera memulai kembali permainan.
Baca Juga: Persib Vs PSIM Yogyakarta, Bojan Hodak: PSIM Punya Organisasi Permainan yang Solid
Pemain asing Bhayangkara FC, Henri Doumbia, mengklaim dirinya mendengar kata-kata yang mengandung unsur penghinaan rasial dari mulut Klok. Namun, gelandang naturalisasi tersebut secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan terdapat distorsi komunikasi dalam situasi panas itu.
Klok memberikan klarifikasi kalimat yang dilontarkan sebenarnya adalah instruksi untuk segera mengembalikan bola ke titik tengah lapangan. "Give me the ball back," begitu pernyataan Klok yang disebutnya salah didengar Doumbia menjadi 'Give me the ball, black'.
Pihak Persib menilai isu rasisme adalah perkara yang sangat berat sehingga memerlukan pembuktian yang tidak terbantahkan secara visual maupun audio. Mereka enggan menghakimi pemainnya sendiri sebelum ada hasil investigasi resmi yang kredibel dari penyelenggara kompetisi.
Baca Juga: Perjuangan Persis Solo Semakin Berat Usai Dijegal Malut United FC
"Persib menegaskan bahwa setiap tuduhan serius harus didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas. Oleh karena itu, kami mendorong agar proses yang berjalan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil oleh pihak yang berwenang," tulis pernyataan resmi Persib.
Selain menuntut transparansi, manajemen juga mengimbau para pendukung dan pengamat sepak bola nasional untuk tidak memperkeruh suasana dengan opini liar di media sosial. Langkah ini diambil guna memastikan integritas nama baik individu yang terlibat tetap terlindungi selama masa pemeriksaan.
"Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berspekulasi, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi dan ekosistem sepak bola Indonesia."
Di kubu lawan, manajemen Bhayangkara FC nampaknya tidak tinggal diam dan memilih untuk menempuh jalur formal sesuai regulasi kompetisi. Mereka merasa perlu melindungi pemainnya dari segala bentuk intimidasi verbal yang bersifat diskriminatif di atas lapangan hijau.
Langkah awal yang diambil oleh Bhayangkara FC adalah melaporkan kronologi kejadian secara mendetail kepada petugas pertandingan di lokasi. Mereka telah melaporkan insiden ini kepada Match Commissioner yang bertugas dalam pertandingan.