Insiden berdarah ini sendiri bermula dari pertandingan pekan lanjutan EPA U-20 yang digelar di Stadion Citarum pada Minggu (19/4). Atmosfer pertandingan yang seharusnya menjadi ajang pengembangan bakat justru berubah menjadi ajang kekerasan fisik yang merugikan semua pihak.
Selain aksi Fadly, video lain yang beredar juga memperlihatkan adanya tindakan kekerasan dari pemain Dewa United U-20. Rentetan bukti visual tersebut semakin memperkuat posisi PSSI untuk bertindak tanpa kompromi terhadap segala bentuk premanisme di dalam stadion.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)