liga-indonesia

Shin Tae-yong Utamakan Etos Kerja Kolektif di Persija Jakarta

Kamis, 18 Juni 2026 | 20:07 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Persija)

SportlinkNews - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menetapkan standar tinggi mengenai kriteria pemain yang akan mengisi skuad utama. Pria asal Korea Selatan tersebut menegaskan hanya memilih penggawa yang memiliki kesiapan penuh untuk berkorban demi kepentingan tim.

Karakter disiplin dan loyalitas di lapangan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar oleh seluruh pilar Persija. Ketetapan tersebut bakal menjadi acuan utama Tae-yong dalam menyusun komposisi tim menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/27.

Mantan arsitek Timnas Indonesia itu juga menuntut adanya etos kerja dan intensitas tinggi dari setiap individu saat bertanding. Tae-yong menilai bahwa sepak bola modern sangat bergantung pada kolektivitas permainan serta determinasi tanpa lelah sepanjang laga.

Baca Juga: Persita Sapu Bersih Tim, 13 Pemainnya Dilepas Usai Selesai Masa Kontrak

“Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola,” ujar Shin Tae-yong dikutip dari laman I.League.

Filosofi tersebut diterapkan secara nyata melalui indikator pergerakan taktis pemain ketika skema permainan tidak berjalan mulus. Penggawa Macan Kemayoran diwajibkan mampu memosisikan diri secara fleksibel guna merespons segala dinamika yang terjadi di area lapangan.

Fleksibilitas peran tersebut dipandang sebagai tolok ukur utama dalam menilai kadar komitmen personal seorang atlet sepak bola. Shin menggarisbawahi bahwa kepentingan taktis kesebelasan harus selalu ditempatkan di atas ego maupun kenyamanan individu pemain.

Baca Juga: Keluar dari Zona Nyaman, Reza Arya Sambut Tantangan Baru di Persebaya

"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," ujarnya.

Aksi defensif dari lini depan dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata yang mampu mendongkrak motivasi bertarung rekan satu tim. Pola kerja keras seperti itu diyakini bakal melahirkan mentalitas juara serta memperkokoh fondasi internal skuad Persija.

Meskipun menyadari tuntutan fisik tersebut sangat menguras energi, Shin tetap menganggap aspek psikologis ini sebagai pembeda di lapangan. Kehadiran momentum pengorbanan sekecil apa pun dipercaya mampu menyatukan visi permainan tim secara keseluruhan.

“Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,” tuturnya.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Tags

Terkini