liga-indonesia

PSSI Minta ILeague Cari Formula Agar Suporter Tamu Bisa Hadir di Laga Panas

Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:33 WIB
Sekjen PSSI Yunus Nusi. (PSSI)

"PSSI telah menyerahkan sepenuhnya kepada PT LIB dan klub untuk mengatur sistemnya. Formulasinya seperti apa kita serahkan kepada I.League dan klub," ujar Yunus Nusi di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus. 

Menurut Yunus, tantangan terbesar berada pada pertandingan yang memiliki rivalitas tinggi. Persija Jakarta kontra Persib Bandung menjadi salah satu duel yang masih mendapatkan perhatian khusus. Begitu pula pertemuan Arema FC dengan Persebaya Surabaya.

Meski demikian, PSSI tidak ingin status laga berisiko tinggi membuat pintu interaksi antarsuporter kembali tertutup. Pendekatan bertahap justru dinilai bisa menjadi bagian dari solusi.

Baca Juga: Basket 5x5 Masuk Asian Games 2026, Anggaran Keberangkatan Tetap Rp61 Miliar

Salah satunya melalui pertemuan langsung antarkelompok suporter sebelum pertandingan. Yunus bahkan membuka kemungkinan perwakilan Aremania datang ke Surabaya ketika Arema FC bertandang menghadapi Persebaya.

"Misalnya Arema main di Persebaya, ya tidak apa-apa kita undang atau suporter Surabaya mengundang beberapa simpul Korwil suporter Aremania untuk datang ke Surabaya, saling melakukan silaturahmi di sana perlahan-lahan," tuturnya.

PSSI melihat modal untuk membangun hubungan yang lebih sehat sebenarnya sudah ada. Di tingkat elite, sejumlah kelompok suporter mulai mampu berkomunikasi dan saling menghormati.

Baca Juga: Arda Guler Sebut Jose Mourinho Latih Pemain Real Madrid Sangat Keras

Masalahnya, gesekan masih sering muncul di tingkat akar rumput. Rivalitas masa lalu yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya membuat sejumlah konflik sulit sepenuhnya dihilangkan.

"Saya yakin bahwa di tingkat atas para suporter ini berkawan. Mereka saling menghargai, mereka saling menghormati. Tapi di bawahnya ini yang terkadang ada rivalitas, ada cekcok, dan mungkin karena ada masa-masa lalu yang tidak bisa mereka lupakan," tambah Yunus.

Karena itu, PSSI ingin kebijakan suporter tandang tidak sekadar diterjemahkan menjadi pembagian tiket dan akses masuk stadion. Ada pekerjaan yang lebih besar, yakni membangun budaya menonton sepak bola yang aman melalui edukasi, sosialisasi, serta mitigasi risiko.

Baca Juga: Rp283 Miliar untuk Asian Games 2026, Erick Thohir: Jangan Cuma Anggaran, Harus Ada Prestasi

I.League dan klub diminta mengambil peran utama dalam proses tersebut. Klub dinilai memiliki kedekatan paling kuat dengan suporternya sehingga pesan soal keamanan dan sportivitas dapat disampaikan secara langsung.

Sementara itu, I.League diharapkan memastikan regulasi dan prosedur keamanan diterapkan secara konsisten di setiap pertandingan, termasuk ketika mempertemukan klub-klub dengan rivalitas tinggi.

PSSI juga mendorong keterlibatan kelompok suporter sejak awal musim. Perwakilan suporter akan dilibatkan dalam pembukaan Super League 2026/2027 sebagai bagian dari upaya membangun komitmen bersama.

Tags

Terkini

I.League Sudah Cabut Larangan Suporter Tandang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB