SportlinkNews - Restrukturisasi besar-besaran di Anfield terus bergulir seiring transisi kepemimpinan dari Jurgen Klopp ke tangan Arne Slot. Satu per satu pilar utama yang menjadi tulang punggung kejayaan masa lalu mulai meninggalkan Liverpool secara bertahap.
Gelombang eksodus pemain senior akan menghantam Liverpool pada penghujung musim ini dengan kepergian dua sosok ikonik. Setelah Mohamed Salah, kini giliran Andy Robertson yang secara resmi mengonfirmasi bakal mengakhiri masa baktinya.
Bek kiri asal Skotlandia tersebut memutuskan untuk angkat kaki tepat saat durasi kontraknya berakhir pada musim panas 2026 mendatang. Keputusan ini menandai berakhirnya pengabdian panjang pemain berusia 32 tahun itu yang telah memberikan sederet trofi bagi publik Anfield.
Baca Juga: Como 3-4 Inter: Comeback Dramatis Membawa Pemimpin Klasemen Unggul 9 Poin
Robertson tercatat sebagai bagian tak terpisahkan dari skuad legendaris yang sukses merengkuh dua gelar Liga Primer dan satu trofi Liga Champions. Namun, dinamika di bawah arahan Arne Slot musim ini membuat posisinya di skuad utama mulai tergerus secara perlahan.
Kedatangan bek kiri muda berbakat, Milos Kerkez, membuat kapten Skotlandia tersebut lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Perubahan status dari pemain inti menjadi pelapis menjadi salah satu pendorong utama di balik keputusan besarnya untuk hengkang.
Melalui pernyataan resminya, Robertson mencoba meluruskan berbagai spekulasi yang beredar mengenai alasan sebenarnya memilih pergi dari Liverpool. Ia menegaskan pilihan ini murni didasari oleh keinginan profesional tanpa ada konflik terkait penolakan tawaran kontrak baru.
Baca Juga: Bintang Liga Premier Ini Punya Tato Mengharukan Tentang Pelatih Toze
"Sudah ada diskusi sepanjang musim. Musim panas lalu saya hampir membuat keputusan dan saya memutuskan untuk tetap tinggal. Sama halnya di bulan Januari," kata Robertson dikutip dari Liverpool Echo.
Interaksi antara Robertson dengan manajemen klub diklaim berlangsung sangat transparan tanpa ada hal-hal yang disembunyikan oleh kedua belah pihak. Ia memilih untuk membicarakan masa depannya secara terbuka demi kebaikan karier pribadinya maupun rencana jangka panjang pihak klub.
"Itu lebih merupakan diskusi dengan klub dan itu adalah percakapan yang terbuka dan jujur," ucapnya.
Baca Juga: Genoa 2-1 Sassuolo: Diwarnai 2 Kartu Merah, Jay Idzes dkk Tumbang di Stadio Ferraris
Ego untuk terus berkompetisi di level tertinggi menjadi api semangat yang masih menyala di dalam diri pemain yang dikenal dengan determinasi tingginya ini. "Saya ingin bermain, jadi dari situlah diskusi dimulai. Bukan berarti saya menolak kontrak atau apa pun, tidak ada kontrak yang ditawarkan," tegas Robertson.
Robertson merasa masih memiliki kapasitas fisik dan teknis yang mumpuni untuk bersaing di level elit meskipun usianya sudah memasuki kepala tiga. Baginya, keputusan untuk menyudahi babak panjang bersama The Reds adalah langkah yang paling realistis demi menjaga keberlangsungan karier sepak bolanya.
Artikel Terkait
Liga Champions 2026: Liverpool Diterpa Masalah Jelang Hadapi PSG, Arne Slot Soroti Mental dan Lini Belakang
PSG 2 Liverpool 0: The Reds Gagal Melepaskan Satu Pun Tembakan Tepat Sasaran
Momen Mo Salah Menahan Diri, Kembali Tak Dimainkan Arne Slot Saat Liverpool Tumbang di PSG
Liverpool Beruntung Hanya Kalah Dua Gol di Paris
Liverpool Resmi Lepas Andy Robertson di Akhir Musim Ini