Badai Cedera Jadi Penyebab Utama Liverpool Gagal Raih Trofi Musim Ini

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Selasa, 26 Mei 2026 | 19:12 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot. (AP Photo)
Pelatih Liverpool, Arne Slot. (AP Photo)

SportlinkNews - Langkah Liverpool di panggung Liga Primer Inggris musim 2025/26 resmi berakhir dengan menempati urutan kelima setelah mengemas total 60 poin. Hasil imbang 1-1 saat menjamu Brentford di Stadion Anfield pada laga pemungkas menjadi cerminan dari inkonsistensi performa skuad The Reds.

Skor akhir sama kuat melawan armada The Bees tersebut sekaligus memperpanjang rekor buruk Liverpool yang tanpa satu pun kemenangan sepanjang bulan Mei. Rentetan hasil minor ini memperlihatkan penurunan performa yang cukup drastis di fase krusial kompetisi domestik.

Rangkaian hasil buruk Liverpool pada bulan penutup ini diawali ketika mereka dipaksa menyerah dengan skor tipis 2-3 dari rival abadi, Manchester United. Setelah kekalahan menyakitkan tersebut, Virgil van Dijk dan kolega hanya mampu mengamankan satu poin usai ditahan imbang 1-1 oleh Chelsea yang sebenarnya sedang terpuruk tanpa kemenangan dalam enam laga beruntun.

Baca Juga: Dimentori Rifat Sungkar, Tiga Pereli Wanita Siap Unjuk Kekuatan di Kejurnas Sprint Rally 2026

Penderitaan klub asal Merseyside itu berlanjut saat ditumbangkan Aston Villa dengan skor mencolok 2-4, di mana tim lawan akhirnya sukses mengunci posisi keempat sekaligus menjuarai Liga Europa. Tren tanpa kemenangan tersebut akhirnya ditutup dengan hasil imbang yang mengecewakan di hadapan publik sendiri saat meladeni perlawanan sengit Brentford.

Meskipun gagal menembus posisi empat besar, kubu Anfield masih bisa bernapas lega karena regulasi koefisien kompetisi tetap memberikan keuntungan bagi mereka. Berada di peringkat kelima terbukti sudah cukup untuk menyegel satu tempat otomatis di fase grup Liga Champions musim depan.

Manajer Arne Slot angkat bicara mengenai faktor utama di balik merosotnya prestasi tim jika dibandingkan dengan musim lalu. Juru taktik asal Belanda tersebut mengidentifikasi masalah kebugaran pemain sebagai kendala terbesar yang merusak rencana taktisnya.

Baca Juga: Prestasinya Pasang Surut, Emma Raducanu Meraup Rp 275 Miliar

"Jika Anda meminta satu kata untuk menggambarkan musim ini, saya akan sebut ‘cedera’," kata Slot dikutip laman resmi klub.

Sepanjang bergulirnya kompetisi, ruang perawatan Liverpool memang terus dipenuhi oleh sejumlah nama pemain pilar yang harus absen dalam durasi panjang. Krisis kelengkapan skuad ini terjadi secara merata mulai dari sektor pertahanan, lini tengah, hingga ujung tombak penyerangan tim.

Beberapa nama andalan yang terpaksa menepi secara bergantian di antaranya adalah Conor Bradley, Wataru Endo, Giovani Leoni, Hugo Ekitike, hingga penyerang tajam Alexander Isak. Kehilangan deretan pemain kunci tersebut dinilai Slot sebagai pemicu utama yang merusak stabilitas performa tim hingga menyebabkan mereka menutup musim tanpa raihan satu pun trofi juara.

Baca Juga: Bojan Hodak Lengser, Igor Tolic Jadi Pelatih Kepala Persib yang Baru

Kendati mengakhiri musim dengan tangan hampa, Slot tetap memberikan pembelaan dan apresiasi tinggi terhadap komitmen kerja keras yang ditunjukkan oleh anak asuhnya. Sang manajer memahami betul beratnya beban kompetisi yang harus dihadapi di tengah situasi internal tim yang pincang.

"Saya sangat bangga kepada para pemain atas apa yang mereka lakukan musim ini, karena ini musim yang sangat, sangat sulit bagi kami," ucapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X