Buntut Pelecehan kepada Liam Rosenior, Chelsea Terancam Terima Sanksi

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 28 Mei 2026 | 22:40 WIB
Manajer Chelsea, Liam Rosenior. (sportsillustrated)
Manajer Chelsea, Liam Rosenior. (sportsillustrated)

SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menjatuhkan dakwaan pelanggaran disiplin kepada Chelsea terkait perilaku buruk para pendukungnya. Mereka kini tengah menunggu respons resmi dari manajemen The Blues sebelum menjatuhkan vonis denda.

Kasus penuntutan ini bermula dari laporan investigasi mengenai adanya pelecehan verbal yang diarahkan kepada eks pelatih Chelsea, Liam Rosenior. Ironisnya, insiden diskriminatif tersebut justru terjadi di tengah euforia kemenangan telak klub asal London tersebut dengan skor 5-1 atas Charlton Athletic.

Pelecehan yang menyerang ruang personal Rosenior terdeteksi pecah pada paruh kedua pertandingan. Akibat kegagalan mengendalikan massa penonton tersebut, Chelsea dinilai telah melanggar regulasi keselamatan dan etika yang ditetapkan oleh federasi.

Baca Juga: Arsenal Vs PSG: Duel Penuh Emosional Mikel Arteta, Menghadapi Seniornya dan Mantan Klub Terindahnya

"Chelsea FC didakwa atas pelanggaran terkait pertandingan Piala FA melawan Charlton Athletic FC pada Sabtu, 10 Januari 2026," tulis FA.

"Diduga sekitar menit ke-56 pertandingan, klub gagal memastikan penonton dan/atau pendukungnya (serta siapa pun yang mengaku sebagai pendukung atau pengikutnya) tidak berperilaku tidak pantas, menyinggung, kasar, atau menghina dengan merujuk secara eksplisit atau implisit pada agama atau keyakinan. Chelsea FC memiliki waktu hingga Jumat, 29 Mei untuk memberikan tanggapan."

Jika kubu manajemen Chelsea memutuskan menerima dakwaan tanpa melakukan banding, sanksi administratif dipastikan segera berlaku. Hukuman berupa denda komersial dalam jumlah besar otomatis akan menambah beban finansial bagi juara Liga Champions dua kali tersebut.

Baca Juga: Bola Resmi Final Liga Champions Rancangan Adidas Jalan-jalan Keliling Budapest

Sorotan publik makin tajam mengingat Rosenior sejatinya sudah dibebastugaskan dari kursi kepelatihan sejak akhir April silam. Kehadiran pria berumur 44 tahun itu terbukti gagal mendongkrak performa tim selama masa baktinya yang singkat.

Sebelum surat pemecatan resmi dikeluarkan, performa Chelsea menukik tajam akibat rangkaian hasil buruk. Manajemen klub bergerak cepat mengambil tindakan tegas setelah tim menderita lima kekalahan beruntun tanpa sanggup mencetak satu gol pun.

Keputusan krusial untuk mendepak Rosenior diambil tepat ketika posisi tim terlempar ke peringkat ketujuh klasemen sementara. Langkah penyelamatan darurat tersebut sayangnya belum mampu memulihkan stabilitas permainan Cole Palmer dan kolega secara instan.

Baca Juga: Mengenal Puskas Arena Tempat Terjadinya Duel Arsenal vs PSG di Final Liga Champions 2025/26

Raksasa London Barat tersebut akhirnya harus menerima kenyataan pahit gagal mengamankan tiket ke zona antarklub Eropa pada akhir musim. Chelsea terpuruk di peringkat kesepuluh klasemen akhir yang memicu gelombang protes lanjutan dari suporter setia.

Guna membangun kembali kejayaan yang runtuh, manajemen bergerak agresif mencari juru formasi baru. Kursi kepemimpinan taktis di Stamford Bridge kini diserahkan kepada Xabi Alonso yang ditunjuk sebagai manajer.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X