“Dia adalah manajer terbaik sepanjang masa. Bukan karena jumlah trofi, tetapi karena apa yang dia sampaikan, bagaimana dia melakukannya, bagaimana dia mengubah permainan, dan bagaimana dia berani menggeser bek tengah atau mendorong bek sayap ke lini tengah."
“Suatu hari nanti, dia akan memainkan bek tengah di lini serang dan semua orang akan mulai menirunya. Sangat sedikit orang yang memiliki kemampuan itu. Hanya orang-orang terpilih. Dan dalam hal itu, dia adalah nomor satu.”
Di Barcelona-lah Guardiola menginspirasi Xavi, yang mengikutinya sebagai pemain kunci lini tengah klub sebelum bermain di bawah asuhannya selama empat tahun.
Baca Juga: Janice Tjen Akhiri Penantian 22 Tahun Indonesia di Wimbledon
Xavi kemudian menjadi manager Barcelona pada musim 2022/23 dan memenangkan gelar LaLiga, menjelaskan bahwa ia mendapatkan “gelar master taktik dari Guardiola”.
Xavi mengatakan kepada situs web Man City, “Konsep saya sangat mirip. Guardiola juga ingin mendominasi, dia ingin menguasai bola, penguasaan bola yang kuat, banyak pergerakan menyerang... Pada akhirnya, ini tentang bersikap proaktif dalam permainan.”
“Saya banyak belajar dari Guardiola, dari kepribadiannya, ambisinya, keinginan dan gairah yang dirasakannya. Dia adalah ahli taktik yang terobsesi dengan sepak bola dan merupakan suatu kesenangan berada di dekatnya.”
Baca Juga: Koeman Mundur, Pemain Belanda Gagal Tos-tosan Jadi Pelecehan Rasial
Di Bayern Munich, Guardiola menjalin persahabatan erat dengan rekan senegaranya, Xabi Alonso, yang bermain di bawah asuhannya selama dua musim.
Alonso kemudian memimpin Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga sebelum sempat melatih Real Madrid, dan akan mengambil alih Chelsea musim panas ini.
“Pep Guardiola mewakili versi kesempurnaan saya dalam sepak bola,” kata Alonso. “Pep dan timnya telah memberi saya pelatihan master sepak bola yang sangat cepat.”
Baca Juga: Trackhouse Ungguli Tim Aprilia Racing, Sebuah Peringatan Halus untuk Pabrikan Noale
Mantan manajer Manchester United, Erik ten Hag, menggambarkan dua tahunnya bekerja di bawah Guardiola di Bayern sebagai “seperti memenangkan lotre”.
Kesamaan taktik dan etos kerjanya dengan pelatih asal Spanyol itu begitu mencolok, sehingga Ten Hag dijuluki "mini Pep" oleh beberapa orang di klub.
Di Man City, Guardiola melatih bek tengah Vincent Kompany, yang mengakui bahwa Guardiola telah meyakinkannya untuk menjadi manajer.
Artikel Terkait
Nama Pep Guardiola akan Diabadikan pada Tribun Utara Stadion Etihad
Pep Guardiola Tinggalkan Warisan Besar Bagi Sepak Bola Inggris
Air Mata Pep Guardiola di Hari Perpisahannya dengan Man City
Pep Guardiola Beri Pesan Tegas Terkait Kriteria Manajer Baru Manchester City