Kini berkembang anggapan bahwa Arsenal tidak terlalu optimistis Saliba bisa segera kembali bermain, sehingga mereka menganggap biaya £50 juta sebagai harga yang pantas dibayar demi mendapatkan ketenangan lebih terkait pilihan pemain di lini pertahanan.
Namun, mereka tidak akan melakukan hal itu untuk sembarang pemain. Di usia 28 tahun, Konsa sedang berada di puncak kariernya dan telah menjadi salah satu bek tengah terbaik di Liga Premier selama beberapa tahun terakhir.
Musim panas ini, ia tampil sebagai starter dalam tujuh dari delapan pertandingan saat Inggris melaju hingga ke semifinal Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Lekukan Tubuh Pacar Bellingham Mendapat Nilai Sempurna
Yang terpenting— dan sebagaimana lazimnya bagi bek Arsenal yang direkrut oleh Arteta— ia adalah bek yang tangguh dan jarang kalah dalam duel satu lawan satu. Dalam 231 penampilan di Liga Premier, ia hanya pernah dilewati lawan melalui dribel sebanyak 37 kali, dengan rata-rata 0,17 kali per 90 menit.
Selama periode tersebut, satu-satunya pemain non-kiper yang memiliki catatan lebih baik—dengan syarat telah bermain setidaknya 100 kali—adalah penyerang Manchester City, Erling Haaland (0,13).
Namun, bagi Haaland, situasi dilewati lawan tidak terlalu berdampak fatal mengingat posisi bermainnya di lapangan. Bukan suatu kebetulan jika Saliba (0,2) dan Gabriel (0,23) juga masuk dalam daftar 10 besar tersebut.
Baca Juga: Mirip Yamal: Arsenal Menjajaki Langkah Ambisius untuk 'Calon Pemenang Ballon d'Or'
Namun, statistik dribbled-past (situasi saat pemain dilewati lawan yang sedang menggiring bola) bisa sedikit menyesatkan karena tidak memperhitungkan pelanggaran.
Jadi, berdasarkan tolok ukur ini, seorang bek bisa saja menghentikan penyerang dengan cara melanggar demi menghindari catatan "dilewati lawan".
Untuk—ehem—mengatasi masalah ini, kita bisa menggunakan metode yang disebut true tackles (tekel murni) guna mendapatkan gambaran lebih baik mengenai kemampuan bertahan dalam situasi satu lawan satu.
Upaya true tackle merupakan gabungan dari tekel sukses (saat penguasaan bola berhasil direbut kembali atau bola keluar lapangan dalam kondisi aman), duel yang gagal dimenangkan (saat pemain mencoba melakukan tekel namun tidak mengenai bola), serta pelanggaran yang terjadi saat mencoba melakukan tekel.
Baca Juga: Evolusi dan Dampak Sport Science pada Performa Atletik
Kita dapat menggunakan tingkat keberhasilan true tackle —yaitu proporsi true tackle yang berujung pada tekel sukses—untuk menilai seberapa baik kemampuan pemain dalam bertahan menghadapi lawan yang menggiring bola. Ternyata, Konsa tetap unggul dalam aspek ini.
Dari semua pemain yang telah tampil dalam setidaknya 100 pertandingan Premier League sejak Konsa bergabung dengan Villa pada Juli 2019, hanya bek Brentford, Ethan Pinnock (75,7%), yang memiliki tingkat keberhasilan true tackle lebih baik daripada Konsa (74,8%).
Artikel Terkait
Teka-teki Thom Haye: Absen Perayaan Juara Persib, hingga Akun IG Hilang
10 Pembalap Terhebat dalam Sejarah Formula 1
Manchester United Meluncurkan Cluster Attack dengan Wajah Baru
Gaya Rambut Pirang Ronaldo Mencuri Perhatian di Al-Nassr
Hamilton Tetap Intens Berlatih di Tengah Kemesraan dengan Kardashian