SportlinkNews - Manchester City berhasil mengamankan kemenangan krusial tiga gol tanpa balas saat menjamu Crystal Palace di Stadion Etihad pada Kamis (14/5) dini hari WIB. Sosok Phil Foden tampil sebagai bintang lapangan setelah menjadi motor serangan utama dalam membongkar pertahanan rapat tim tamu.
Misi wajib menang dibawa Mancester City yang sempat mengalami kebuntuan untuk menembus lini belakang Palace. Upaya demi upaya terus dilancarkan oleh skuad asuhan Pep Guardiola namun skor kacamata tetap bertahan hingga laga memasuki menit ke-30.
Kebuntuan tersebut akhirnya pecah ketika umpan brilian Foden berhasil membebaskan Antoine Semenyo untuk menyarangkan gol pembuka. Catatan tersebut menjadi momen spesial bagi sang pemain karena merupakan kontribusi gol ke-100 miliknya di ajang Liga Primer Inggris.
Baca Juga: Paris Saint-Germain Amankan Gelar Liga dengan Kemenangan 2-0 Atas Lens
Dominasi Foden berlanjut saat kembali mencatatkan kontribusi ke-101 lewat umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Omar Marmoush. Efektivitas serangan Manchester City meningkat drastis berkat kreativitas pemain internasional Inggris tersebut dalam mencari celah di area sempit.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola secara terbuka mengakui bahwa meladeni strategi low block yang diterapkan Crystal Palace merupakan tantangan yang sangat menyulitkan. Ia sangat bersyukur memiliki talenta luar biasa yang mampu memberikan solusi saat instruksi taktis menemui jalan buntu di lapangan.
"Pertandingan jenis ini, blok rendah, Palace bertahan dengan sangat baik. Anda membutuhkan kualitas, percikan bakat, visi, sesuatu yang tidak ada di papan taktik, video, atau latihan," ujar Guardiola dikutip dari laman resmi klub.
Baca Juga: Liverpool Merilis Gambar Monumen untuk Mengenang Diogo Jota dan Andre Silva
Bakat alami yang dimiliki Foden dinilai sebagai aset berharga yang sulit digantikan oleh pemain lain dalam sistem permainan The Citizens. Kemampuannya dalam mengolah bola di ruang terbatas menjadi kunci utama kemenangan telak yang diraih City pada pekan ini.
"Dia (Foden) menerima bola di dalam ruang kecil dan menciptakan sesuatu yang hanya bisa diberikan oleh pemain bagus. Saya sangat senang untuknya," ucapnya.
Dalam laga ini, Guardiola melakukan eksperimen berani dengan melakukan enam perubahan sekaligus pada susunan pemain mula. Salah satu perubahan paling mencolok adalah reposisi Foden yang ditarik lebih dalam untuk mengisi peran sebagai gelandang jangkar.
Baca Juga: Ducati Umumkan Tidak Ada Pembalap Pengganti Marc Marquez di GP Catalunya
Fleksibilitas taktis yang ditunjukkan oleh pemain jebolan akademi klub tersebut membuat Guardiola merasa sangat terkesan dan puas. Foden mampu menjalankan instruksi bertahan dengan sangat disiplin tanpa kehilangan daya magisnya saat membantu penyerangan tim.
"Apa yang paling saya hargai adalah dia bermain sebagai gelandang bertahan, posisi yang tidak biasa baginya. Dia banyak membantu Bernardo Silva dan kemudian kami ingin dia tetap dekat dengan kotak penalti karena di sana dia unik," ungkapnya.