Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil voting dari pemain, pelatih, jurnalis, serta para penggemar di kawasan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.
Baca Juga: Media Italia Memuji Aksi Keren Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes di Serie A
Dalam proses pemilihan, David berhasil menyingkirkan sejumlah nama besar seperti Edson Álvarez, Raúl Jiménez, dan Ángel Sepúlveda dari Meksiko, serta Malik Tillman (Amerika Serikat) dan Manfred Ugalde (Kosta Rika).
Prestasi ini menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di wilayah tersebut.
Penghargaan ini tak lepas dari kontribusi luar biasa David selama musim 2024–2025 bersama Lille.
Baca Juga: Timnas Indonesia Vs Mali, Tiket Bisa Dibeli Hari Ini dengan Harga Terjangkau
Saat masih berseragam Les Dogues, ia menorehkan 25 gol dan 12 assist dari 49 pertandingan di semua ajang.
Catatan tersebut menjadi salah satu yang terbaik di antara pemain CONCACAF lainnya musim lalu.
Selain kiprahnya di level klub, David juga tampil impresif bersama Timnas Kanada.
Baca Juga: Realistis, Indonesia Hanya Targetkan 120 Emas di ASEAN Para Games 2025
Ia mencatat sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas tersebut, dengan torehan 37 gol dari 71 penampilan.
Performa konsisten di level internasional inilah yang turut mengantarkannya meraih gelar pemain terbaik kawasan.
Dalam kategori sepak bola putri, penghargaan CONCACAF Player of the Year 2025 diberikan kepada Melchie Dumornay asal Haiti, yang dinilai menonjol berkat kontribusinya di level klub dan tim nasional.
Baca Juga: Simak Siaran Langsung Timnas U-17 Indonesia Vs Honduras
Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi suntikan motivasi bagi Jonathan David yang kini berjuang mengembalikan kepercayaan pelatih dan suporter Juventus.
Artikel Terkait
Xavi Alonso Jelaskan Penampilan Buruk Real Madrid Melawan Rayo Vallecano
Ekspor Industri Alat Olahraga Naik 24,7 Persen, KONI Respon Positif
Kritik Pedas Steward, Lewis Hamilton Mundur dari GP Brasil
Romario Putus dengan Pacar yang Berusia 22 Tahun, Langsung Gandeng Si Pirang Misterius
Chivu: Inter Tidak Mudah Mempertahankan Tekanan Tinggi yang Agresif