Kenang Era Maradona dan Ronaldo, Ancelotti Miris Lihat Tren Pemain Serie A Sekarang

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 18 April 2026 | 22:37 WIB
Carlo Ancelotti meninggalkan Real Madrid setelah ditawari menukangi timnas Brasil. (diario as)
Carlo Ancelotti meninggalkan Real Madrid setelah ditawari menukangi timnas Brasil. (diario as)

SportlinkNews - Carlo Ancelotti secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap kualitas Serie A yang dianggapnya kian merosot dan kehilangan daya saing di kancah global. Pelatih tim nasional Brasil tersebut menilai ketiadaan pemain bintang mancanegara di liga tersebut menjadi akar masalah utama bagi perkembangan sepak bola Italia.

Kondisi kompetisi yang tidak kompetitif ini dituding sebagai dalang di balik performa Timnas Italia yang semakin tidak bertaji dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, publik harus menyaksikan kenyataan pahit Gli Azzurri absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut.

Dalam pandangan Ancelotti, Serie A saat ini tidak lagi memiliki daya tarik bagi para pemain top dunia seperti pada era keemasannya dulu. Pria asal Italia tersebut menyoroti bagaimana perbedaan finansial yang mencolok dengan liga luar negeri telah menciptakan jurang pemisah yang lebar.

Baca Juga: Inter Milan Semakin Dekat dengan Gelar Scudetto Usai Tundukkan Cagliari 3-0

"Para pemain asing besar tidak lagi datang ke Italia. Di luar negeri, dengan hak siar TV yang besar dan investor yang kuat, terbentuk pasar yang lebih menarik," kata Ancelotti saat diwawancarai oleh Il Giornale.

Ketidakmampuan klub-klub Italia untuk bersaing secara finansial membuat mereka kesulitan mendatangkan pemain kelas wahid dengan banderol harga selangit. Rekor pembelian termahal di liga tersebut bahkan belum bergeser sejak 2018 ketika Juventus memboyong Cristiano Ronaldo seharga 117 juta Euro atau sekitar Rp1,99 triliun.

Hingga saat ini, Juventus masih mendominasi daftar lima transfer termahal dalam sejarah Serie A dengan angka yang sulit dikejar klub lain. Nama-nama seperti Gonzalo Higuain, Matthijs de Ligt, Dusan Vlahovic, hingga Arthur Melo mengisi jajaran pembelian fantastis milik Si Nyonya Tua.

Baca Juga: Perpanjang Kontrak Baru Moises Caicedo Dikunci Chelsea Hingga 2033

Realitas pahit ini membuktikan perputaran bisnis di kasta tertinggi sepak bola Italia tersebut sedang berada dalam kondisi yang tidak bergairah. Alih-alih melakukan belanja pemain secara jor-joran, banyak klub kini justru lebih gemar memburu pemain gratisan yang sudah memasuki usia senja.

Ancelotti menekankan bahwa tren merekrut pemain di atas usia 30 tahun demi menekan biaya justru semakin memperburuk standar kompetisi. Hal inilah yang mendasari argumennya bahwa Serie A tidak lagi menjadi panggung bagi talenta-talenta luar biasa dari seluruh penjuru dunia.

"Jadi di Serie A, sudah tidak ada lagi pemain-pemain internasional yang luar biasa," tutur pelatih yang akrab disapa Don Carlo tersebut dengan nada prihatin.

Baca Juga: Sassuolo Padamkan Mimpi Como, Jay Idzes Lakukan Penyelamatan Gemilang

Ancelotti mengenang masa lalu ketika Serie A menjadi kiblat sepak bola dunia dengan deretan pemain legendaris yang menghiasi setiap pertandingan. Nama-nama ikonik mulai dari Diego Maradona, Michel Platini, hingga Ruud Krol pernah menjadi magnet utama bagi para penggemar di tanah Italia.

Ancelotti juga menyebutkan pemain hebat lainnya. Mulai dari Karl-Heinz Rummenigge, Ronaldo Luis Nazario, hingga Ronaldinho sebagai contoh pemain yang memberikan pengaruh besar.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X