SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi telah menetapkan Silvio Baldini sebagai nakhoda sementara bagi Timnas Italia. Penunjukan ini dilakukan khusus untuk mengawal skuad negara tersebut dalam dua agenda pertandingan persahabatan yang dijadwalkan pada Juni mendatang.
Keputusan strategis tersebut diumumkan langsung oleh otoritas tertinggi sepak bola Italia pada Jumat malam waktu setempat. Sosok Baldini yang kini telah menginjak usia 67 tahun dipandang sebagai figur yang tepat untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan saat ini setelah Gennaro Gattuso mundur karena gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Rekam jejak Baldini saat ini masih tercatat aktif sebagai pelatih utama bagi skuad Timnas Italia U-21. Ia tengah memimpin tim muda tersebut dalam perjuangan mereka di babak Kualifikasi Piala Eropa U-21 2027.
Baca Juga: Bojan Hodak Waspada, Kemenangan Telak Bali United Jadi Ancaman Besar Bagi Persib
Tugas berat Baldini bersama tim senior akan mencakup dua laga tandang internasional melawan Luksemburg dan Yunani. Pertandingan tersebut masing-masing akan dilangsungkan pada 3 serta 7 Juni sebagai bagian dari kalender internasional.
Momentum penunjukan ini dianggap sangat pas karena jadwal kompetisi resmi Timnas Italia U-21 sedang memasuki masa rehat. Anak asuh Baldini akan kembali merumput untuk menghadapi Armenia pada awal Oktober mendatang.
Dalam menjalankan mandat tersebut, Baldini tidak akan bekerja sendirian melainkan memboyong jajaran staf kepelatihannya dari tim U-21. Salah satu nama besar yang akan mendampinginya adalah legenda lini belakang Juventus dan Italia, Andrea Barzagli.
Baca Juga: Roma Menang Telak, Donyell Malen Cetak Hattrick ke Gawang Pisa
Langkah FIGC menunjuk Baldini dinilai sebagai solusi yang paling masuk akal di tengah situasi organisasi yang belum stabil. Saat ini, federasi memang belum memungkinkan untuk merekrut pelatih permanen karena adanya kekosongan kepemimpinan di tingkat pusat.
Krisis manajerial ini merupakan buntut dari mundurnya Gabriele Gravina yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden FIGC. Kondisi tersebut membuat segala keputusan jangka panjang mengenai kursi pelatih kepala harus ditunda untuk sementara waktu.
Pemilihan presiden baru FIGC akan diselenggarakan pada 22 Juni mendatang. Struktur kepengurusan yang anyar nantinya memegang mandat penuh untuk menentukan siapa pelatih tetap Gli Azzurri selanjutnya.
Baca Juga: Duel Klasik Persija Vs Persebaya, Mauricio Souza: Ini akan Jadi Laga yang Hebat
Dua pertandingan uji coba di bulan Juni tersebut diharapkan menjadi ajang eksperimen bagi pengembangan bakat-bakat muda Italia. FIGC ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan menit bermain lebih banyak kepada para pemain yang selama ini kurang mendapatkan jam terbang.
Isu regenerasi memang menjadi sorotan tajam publik sepak bola Italia setelah tim nasional mereka kembali gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026. Minimnya keberanian untuk mengorbitkan pemain baru di level senior dianggap sebagai salah satu penyebab utama kemunduran prestasi mereka.
Artikel Terkait
Ultimatum UEFA: Italia Terancam Dicoret dari Tuan Rumah Euro 2032
FIGC: Gennaro Gattuso Resmi Mundur sebagai Pelatih Timnas Italia
Isu Jadi Pelatih Baru Italia, Allegri Tetap Prioritaskan Besut AC Milan
Antonio Conte Buka Pintu Kembali Latih Italia
Donnarumma Ungkap Kontroversi Bonus Timnas Italia, Kasihan dengan Gattuso