SportlinkNews - Lega Serie A mengumumkan perubahan besar terkait lokasi penyelenggaraan Piala Super Italia untuk musim 2026/27. Mereka memutuskan untuk tidak memperpanjang masa penyelenggaraan di wilayah Timur Tengah.
Keputusan krusial mengenai perpindahan lokasi ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Lega Serie A, Luigi De Siervo. Langkah ini menandai berakhirnya periode singkat turnamen tersebut yang sebelumnya rutin digelar di tanah Arab.
Pihak operator liga saat ini tengah mengevaluasi beberapa destinasi potensial yang akan menjadi panggung bagi klub-klub elite Italia. Amerika Serikat dan tanah air mereka sendiri, Italia, muncul sebagai kandidat terkuat untuk menjadi tuan rumah berikutnya.
Baca Juga: Chelsea Mendekati Xabi Alonso untuk Posisi Manajer yang Kosong
Sejarah mencatat edisi sebelumnya telah sukses diselenggarakan di Arab Saudi sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. Dalam kontrak tersebut, sebenarnya terdapat klausul opsional yang memungkinkan turnamen tetap bertahan di sana untuk musim mendatang.
Namun, secara mengejutkan pihak Lega Serie A memilih untuk tidak mengaktifkan klausul perpanjangan kontrak tersebut. Keputusan ini memicu spekulasi mengenai perubahan strategi komersial dan ekspansi global yang tengah diusung oleh liga.
"Ini adalah persoalan yang rumit. Kami memiliki beberapa kontrak, dan yang bisa dikatakan adalah event ini tidak akan berlangsung di Arab Saudi," kata Siervo dikutip dari laman Football Italia.
Baca Juga: Rivalitas dengan Persib Semakin Sengit Usai Borneo FC Tundukkan Bali United FC
Siervo memberikan indikasi kuat bahwa pasar Amerika Utara menjadi target utama untuk meningkatkan popularitas sepak bola Italia. Di sisi lain, mengembalikan turnamen ke stadion domestik di Italia tetap menjadi pertimbangan logistik yang sangat serius.
Meski lokasi pertandingan dipastikan mengalami pergeseran geografis, struktur kompetisi tidak berubah. Lega Serie A tetap mempertahankan komitmen untuk menggunakan skema turnamen yang melibatkan empat tim terbaik.
Format Final Four yang telah diadopsi sebelumnya tetap menjadi standar baku untuk perebutan trofi prestisius ini. Sistem ini dinilai lebih menarik secara kompetitif serta mampu memberikan nilai hiburan yang lebih tinggi bagi para penggemar.
Baca Juga: Jepang Jadi Satu-satunya Wakil Asia Penerima Hibah FIFA Global Citizen Education Fund 2026
Dalam teknis pelaksanaannya, pemegang gelar juara Serie A dijadwalkan bertarung melawan runner-up Coppa Italia di babak semifinal. Skema silang juga akan mempertemukan juara Coppa Italia dengan peringkat kedua klasemen akhir liga domestik.
Kedua tim yang berhasil memenangkan laga semifinal tersebut akan saling berhadapan di partai puncak yang menentukan. Pertandingan final ini menjadi penentu utama siapa yang berhak membawa pulang trofi Supercoppa Italia ke lemari koleksi mereka.
Artikel Terkait
Bukan Allegri atau Conte, Pep Guardiola Jadi Target Impian Timnas Italia
Skandal Wasit Italia Meluas ke Serie C Melibatkan Mantan Pengadil Serie A
Lega Serie A Ubah Krisis Italia Menjadi Peluang untuk Revitalisasi
Mengapa VAR Italia Di Bello Benar dalam Keputusan Kontroversial Bayern Muenchen vs PSG
Claudio Ranieri Sangat Siap Latih Italia