SportlinkNews - San Antonio Spurs menunjukkan bahwa jalan menuju Final NBA 2026 masih sepenuhnya terbuka.
Bermain agresif sejak kuarter pertama, Spurs menghancurkan Oklahoma City Thunder dengan skor telak 103-82 pada Gim 4 Final Wilayah Barat di Frost Bank Center, Minggu, 24 Mei waktu setempat, sekaligus menyamakan kedudukan seri menjadi 2-2.
Laga yang sebelumnya diprediksi akan berjalan ketat justru berubah menjadi panggung dominasi tuan rumah. Spurs memenangkan seluruh kuarter dan sempat unggul hingga 25 poin, margin terbesar yang tercipta sepanjang seri ini.
Baca Juga: PP PBSI Siapkan Program Strategis 2026, Fokus Pembinaan dan Penguatan Organisasi
Sorotan utama kembali jatuh kepada Victor Wembanyama. Bintang muda asal Prancis itu tampil luar biasa lewat torehan 33 poin, delapan rebound, lima assist, dua steal, dan tiga blok.
Bahkan sebelum jeda turun minum, Wembanyama sudah membakar atmosfer arena lewat tembakan spektakuler dari tengah lapangan tepat saat buzzer berbunyi.
Alih-alih sekadar melempar bola asal-asalan, center setinggi 7 kaki 5 inci itu melepaskan tembakan penuh teknik dari logo tengah lapangan dan sukses memasukkannya dengan bersih.
Baca Juga: Rehan/Gloria Comeback di Singapore Open 2026, Bawa Misi yang Belum Tuntas
"Saya berpikir untuk mencetak poin. Saya tidak main-main," ujar Wembanyama usai pertandingan.
Momentum tersebut seakan menjadi simbol perubahan arah permainan Spurs. Setelah kalah cukup telak pada Gim 3, San Antonio tampil jauh lebih disiplin terutama dalam bertahan.
Baca Juga: Gagal Tembus Kompetisi Eropa, Reece James Sebut Performa Chelsea Buruk
Thunder dibuat frustrasi dengan akurasi tembakan yang hanya mencapai 33 persen, termasuk cuma memasukkan enam dari 33 percobaan tripoin.
Shai Gilgeous-Alexander memang masih menjadi pencetak angka terbanyak Thunder dengan 19 poin dan tujuh assist, tetapi Spurs sukses memutus ritme permainan sang MVP.
Gilgeous-Alexander hanya memasukkan enam tembakan dari 15 percobaan dan melakukan empat turnover.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: FIFA Setuju Tim nasional Iran Pindah Markas ke Meksiko
"Kami dipukul sejak awal pertandingan dan tidak pernah benar-benar bangkit," tukas Gilgeous-Alexander.
Selain Wembanyama, kontribusi penting juga datang dari De'Aaron Fox yang membukukan double-double 12 poin dan 10 rebound. Devin Vassell serta Stephon Castle masing-masing menambahkan 13 poin.
Pelatih interim Spurs, Mitch Johnson, menilai agresivitas Wembanyama menjadi pemantik energi seluruh tim. Menurutnya, respons kompetitif Spurs setelah kekalahan di Gim 3 terlihat jelas sejak menit awal pertandingan.
Baca Juga: Juventus Kurang Kepribadian, Pernyataan Torino 'Absurd' Sebelum Bentrokan Ultras
Thunder sendiri sempat kesulitan menemukan ritme permainan. Spurs langsung membuka jarak lewat laju 16-0 pada kuarter pertama yang ditutup dengan alley-oop dunk Wembanyama usai blok Devin Vassell terhadap percobaan layup lawan.
Kemenangan ini membuat Final Wilayah Barat berubah menjadi seri best-of-three. Namun, Thunder masih memegang keuntungan kandang untuk Gim 5 dan Gim 7, sementara Spurs akan menjamu pada Gim 6 di San Antonio.
Menariknya, setelah empat pertandingan berjalan, seri Spurs kontra Thunder kini dinilai menjadi pertarungan paling kompetitif di playoff NBA musim ini.
Baca Juga: Tolak Bergantung pada Striker, John Herdman Mau Semua Pemain Timnas Indonesia Cetak Gol
Kedua tim sama-sama sudah meraih kemenangan kandang maupun tandang, serta saling menunjukkan dominasi di momen berbeda.
"Ini bukan keajaiban. Kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan," kata Wembanyama. "Seri ini masih jauh dari selesai."
Artikel Terkait
Spurs Tak Lagi Sekadar Proyek Masa Depan, Kini Penantang Gelar NBA
Wembanyama Menggila, Spurs Curi Gim 1 Final Wilayah Barat dari Thunder
SGA Akui Tampil di Bawah Standar Saat Thunder Ditumbangkan Spurs
Thunder vs Spurs Memanas, Cedera dan Turnover Bayangi Gim Ketiga Final Wilayah Barat
Thunder Masih Terlalu Kuat untuk Spurs di Gim 3 Final Barat