Kepemimpinan Transformasional ala Juergen Klopp yang Bikin Skuad Liverpool Terhubung Satu Sama Lain

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Minggu, 17 Maret 2024 | 17:30 WIB
Sosok Juergen Klopp yang berhasil menerapkan kepemimpinan transformasional di Liverpool. (Twitter.com/@AnythingLFC_)
Sosok Juergen Klopp yang berhasil menerapkan kepemimpinan transformasional di Liverpool. (Twitter.com/@AnythingLFC_)

SportlinkNews - Sosok Juergen Klopp menjadi role model kepemimpinan transformasional masa kini yang membuat skuad Liverpool terhubung satu sama lain.

Hal itu bisa dilihat dari bagaimana perkembangan Liverpool sejak Juergen Klopp datang pada awal musim 2015-2016 lalu.

Kala itu, Klopp didatangkan Liverpool dari klub Jerman, Borussia Dortmund.

Klopp ditunjuk sebagai pelatih di tengah terpuruknya prestasi Liverpool, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Perlahan tapi pasti, Klopp seolah berhasil membangunkan raksasa yang sedang tertidur di dalam diri Liverpool.

Pelatih asal Jerman itu pun kini berhasil membuat Liverpool kembali berjaya di kancah domestik dan Eropa.

The Reds kembali menjelma menjadi sosok klub yang ditakuti dan disegani seantero Eropa.

Baca Juga: Dongeng Tim Divisi 2 di Piala FA 2023-2024, Siap-Siap Liverpool dan Man City Merana

Ternyata, resep sukses Klopp tidak hanya soal strategi di atas lapangan, tetapi juga bagaimana ia mengatur seluruh pemain dan staf pelatihnya di luar lapangan.

Klopp dikenal sebagai sosok pelatih yang sangat dekat dengan para pemainnya selama menangani berbagai klub.

Tidak sedikit pemain yang pernah ia tangani memberikan kesan positif ketika pindah ke klub lain.

Banyak pihak juga menilai bahwa Klopp adalah sosok yang menerapkan kepemimpinan transformasional.

Dalam sebuah artikel dari University of Florida yang berjudul Transformational Leadership: The Transformation of Managers and Associates, kepemimpinan transformasional adalah kemampuan seorang pemimpin untuk membuat anggotanya mau berubah, berkembang, dan dipimpin demi berjalannya nilai-nilai dan tercapainya tujuan sebuah organisasi.

Dalam kepemimpinan transformasional, ada empat faktor yang harus dipenuhi, yaitu keteladanan, motivasi, stimulasi intelektual, dan kedekatan individu.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: Frankli.io, edis.ifas.ufl.edu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X