Sejauh ini, Klopp dikenal menerapkan empat faktor tersebut saat menangani skuad Liverpool.
Hal itu bisa dilihat dari pernyataan asisten pelatih Liverpool, Pepijn Lijnders.
Dilansir SportlinkNews dari Frankli.io, Lijnders menyampaikan bahwa Klopp menciptakan sebuah keluarga di dalam skuad Liverpool.
Pelatih berusia 56 tahun itu bahkan lebih banyak berfokus dalam membangun hubungan yang ada di dalam tim.
"Klopp menciptakan sebuah keluarga. Kami selalu mengatakan 30 persen taktik, 70 persen membangun tim," ucap Lijnders.
Hal itu senada ddengan apa yang disampaikan oleh Klopp soal pentingnya kedekatan individu dalam sebuah klub sepak bola.
Klopp mengaku bahwa ia jadi mengetahui banyak hal soal para pemainnya ketika dia membangun kedekatan dengan mereka.
Bahkan, eks pelatih FSV Mainz 05 itu selalu menyempatkan waktu untuk berbicara empat mata dengan para pemainnya.
"Anda belajar lebih banyak tentang pemain Anda setiap hari, Anda belajar bagaimana memperlakukan mereka. Banyak hal terjadi dalam pembicaraan satu lawan satu," ucap Klopp.
Kemampuan Klopp dalam mengangkat mental tim, membangun kedekatan, dan memberikan motivasi adalah modal kuat baginya untuk membangun karisma di depan para pemain.
Tidak heran, banyak pemain yang akhirnya tertarik untuk pindah ke Liverpool hanya karena ingin dilatih oleh Klopp.
Hal ini menunjukkan bahwa Klopp sudah sangat sukses membangun keteladanan sebagai sosok pemimpin di dalam skuad asuhannya.
Baca Juga: Biasakan Atlet Pelajar Disiplin dalam Menjaga Asupan Bergizi
Keteladanan ini pula yang sempat digunakan oleh Klopp untuk menenangkan hubungan antara Sadio Mane dan Mohamed Salah yang kala itu dikabarkan sempat memanas.
Pada akhirnya, Mo Salah dan Mane tetap mau berkontribusi untuk Liverpool meski di luar lapangan hubungan mereka kabarnya kurang harmonis.
Artikel Terkait
Andres Iniesta, Pil Penenang, dan Depresi Pemain Bola di Tengah Gemilang Prestasi
Rahasia Diet Cristiano Ronaldo, Tak Ada Makanan Manis dan Cheating Day Tetap Bersih
Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Atlet