SportlinkNews - Prestasi atlet tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas latihan yang rutin. Tapi juga stamina dan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan cabang olahraga.
Asupan makanan bergizi mutlak dibutuhkan dalam tubuh atlet. Protein merupakan salah satu makronutrien terpenting yang harus dikonsumsi atlet setiap hari.
Namun bukan berfungsi sebagai penambah tenaga, asupan protein yang cukup akan membantu mempercepat penyembuhan atlet yang cedera, terutama bagi bidang olahraga yang mengandalkan kekuatan dan daya tahan otot.
Menurut Alex St, ahli kinesiologi dari Universitas Ottawa Kanada, menentukan kebutuhan protein spesifik untuk atlet mungkin sulit karena banyak faktor yang dapat mengubah jumlah yang disarankan.
Baca Juga: Rahasia Diet Cristiano Ronaldo, Tak Ada Makanan Manis dan Cheating Day Tetap Bersih
Baik itu status latihan, olahraga individu, atau asupan makanan, banyak faktor yang dapat memengaruhi rekomendasi asupan protein bagi atlet.
Dari sudut pandang fisiologis, keseimbangan nitrogen (protein) berarti asupan protein (nitrogen) sama dengan kehilangan protein (nitrogen).
"Banyak faktor seperti status latihan, olahraga individu, intensitas latihan, durasi latihan, atau asupan makanan dapat mempengaruhi rekomendasi asupan protein bagi atlet," kata Alex St dilansir dari scienceforsport.
Meskipun keseimbangan nitrogen merupakan ukuran yang diterima untuk menilai kebutuhan protein, namun kata Alex ada beberapa kelemahan yang mungkin mengakibatkan rekomendasi yang terlalu rendah.
Seiring dengan rekomendasi keseimbangan nitrogen dan kuantitas protein, penting juga untuk memperhatikan kualitas protein yang dikonsumsi atlet.
Jenis dan Kualitas Protein
Mengingat banyaknya jenis protein yang ada, terdapat berbagai kualitas dan kelengkapan protein yang perlu diperhatikan dalam memenuhi kebutuhan protein.
Protein susu (whey dan kasein) biasanya dinilai sebagai dua kualitas protein tertinggi yang tersedia, sementara berbagai sumber nabati biasanya mendapat skor terendah.
Sumber protein dari telur, daging sapi, unggas, ikan, dan produk susu sering dipandang sebagai sumber protein yang sangat baik.
Sumber protein dengan semua asam amino esensial dalam jumlah dan proporsi yang tepat untuk meningkatkan sintesis protein otot dikenal sebagai protein lengkap. Protein tidak lengkap tidak mengandung setidaknya satu atau lebih asam amino esensial dalam jumlah atau proporsi yang benar.
Artikel Terkait
Hasil All England 2024: All Indonesian Final Terwujud, Anthony Ginting dan Jonatan Christie Ulang Rekor 30 Tahun Lalu
Azlan Shah Tampil Memikat di Race 1 Asia Superbike 1000 ARRC 2024
Ganda Putra Fajar Alfian/Rian Dua Kali Juara All England Jika Sikat Malaysia di Final
Siapa Lebih Hebat: Tim atau Kostya Tszyu?
Pembalap Andi Gilang Nyaris Podium Pertama di ARRC Asia Superbike 1000 Race 1