SportlinkNews - Peluang Indonesia menjadi tuan rumah Youth Olympic Games (YOG) 2030 semakin terbuka.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan tengah mengkaji kemungkinan pencalonan Indonesia, sambil menunggu kejelasan lebih lanjut dari Komite Olimpiade (NOC) Internasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, mengonfirmasi bahwa Indonesia memang berencana mengikuti proses bidding sebagai tuan rumah YOG 2030. Namun, keputusan final masih dalam tahap kajian internal.
Baca Juga: Jumlah Atlet SEA Games Masih Ditinjau, Finalisasi Ditetapkan Agustus
"Untuk bidding, ya kita ada rencana untuk bidding Youth Olympic di 2030 kalau tidak salah. Ya, ini akan kita dalami dulu kemungkinannya bagaimana, terms & conditions-nya, kondisinya bagaimana, dan apa yang dibutuhkan sebagai host," ujar Dito kepada awak media, di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 Juli 2025.
Lebih lanjut, Dito menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu informasi yang lebih jelas dari IOC sebelum mengambil langkah resmi.
"Kita juga akan menunggu kejelasannya terlebih dahulu dari IOC dulu," tegasnya.
Baca Juga: Mengenal Laurent Mekies, CEO Baru Tim F1 Red Bull Racing Pengganti Christian Horner
Sebelumnya, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa Indonesia telah masuk tahap awal dalam proses pemilihan tuan rumah YOG 2030.
Tidak seperti masa lalu, penetapan tuan rumah Olimpiade kini tidak lagi melalui bidding terbuka, melainkan lewat dialog berkelanjutan (continuous dialogue) dengan IOC.
"Tahapan selanjutnya adalah targeted dialogue, artinya kita dianggap IOC sudah siap menjadi tuan rumah dan edisi penyelenggaraan Olimpiade-nya sudah ditentukan," kata Okto.
Baca Juga: Juventus Lanjutkan Negosiasi dengan Sancho untuk Penuhi Target Musim Panas Pertama
DKI Jakarta menjadi kandidat kuat karena telah memiliki infrastruktur memadai yang pernah digunakan saat Asian Games dan Asian Para Games 2018.
Proses koordinasi juga terus dilakukan antara NOC Indonesia, Kemenpora, Pemprov DKI, dan IOC, termasuk dalam pertemuan dengan Future Host Commission pada Maret lalu.
"Saat ini kami dalam tahap pembicaraan untuk kesepakatan dengan pihak Pemda DKI Jakarta untuk tuan rumah penyelenggaraan," tutur Okto.
Baca Juga: Kalender LaLiga 2025/26 Resmi Diumumkan, Catat Duel Penting Klub Favorit
"Kami butuh agreement letter dan laporan keungan dari Pemda DKI untuk disertakan sebagai salah satu syarat lanjutan tuan rumah pada Agustus ini," tambahnya kemudian.
Dalam pencalonan YOG 2030, Indonesia bersaing dengan sembilan negara lain, yakni Qatar, India, Paraguay, Meksiko, Peru, Mongolia, Denmark, Kolombia, serta Bosnia dan Herzegovina.
"Kalau kami sudah mendapatkan dukungan anggaran yang sedang kami susun bersama-sama, dan komunikasi terus kami lanjutkan. Kalau sudah ada kesepakatan, insyaallah yang lain-lainnya kita sudah siap," ujar Okto.
Baca Juga: 16 Atlet Rusia Ikuti Program Latihan Bersama Dua Pekan di Pelatnas PBSI
Okto menyatakan optimisme bahwa dengan pengalaman dalam menggelar Asian Games serta Asian Paragames, dan melihat fasilitas yang dimiliki, Indonesia berpeluang besar meraih kepercayaan dunia sebagai tuan rumah YOG 2030.
Youth Olympic Games (YOG) merupakan ajang multi-olahraga internasional yang ditujukan bagi atlet muda berusia 14-18 tahun, dan digelar setiap empat tahun.
Jika terpilih, Indonesia akan mencetak sejarah sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tuan rumah YOG.
Artikel Terkait
Membuka Pikiran: Psikologi Atlet Olimpiade yang Menarik, Ritual Penggemar
Laporan Medis Bocor, Petinju Olimpiade Imane Khelif Bergender Laki-laki Biologis
Menuju Olimpiade LA 2028 Lewat Bali Kejuaraan Anggar Asia Melebihi Target
Ganda Putra Malaysia Bersinar, Target Emas Olimpiade 2028 Jadi Nyata
Resmi Jadi Anggota World Boxing, PERBATI Incar Tiket Menuju Olimpiade LA 28