Hasil Asian Boxing U-19 & U-23 Jadi Awal Pembibitan Petinju Menuju Multievent

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 15 Juli 2026 | 23:34 WIB
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari bersama jajaran pengurus Perbati, berfoto dengan peraih medali emas Asian Boxing U-19 & U-23 Championship 2026, Anggi Intania di Hal Basket GBK, Rabu, 15 Juli.
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari bersama jajaran pengurus Perbati, berfoto dengan peraih medali emas Asian Boxing U-19 & U-23 Championship 2026, Anggi Intania di Hal Basket GBK, Rabu, 15 Juli.

SportlinkNews - Keberhasilan Indonesia meraih satu medali emas dan satu medali perak pada Asian Boxing U-19 & U-23 Championships 2026 dinilai bukan sekadar capaian di level kelompok usia.

Hasil tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi petinju yang akan mengisi tim nasional pada berbagai multievent dan kejuaraan internasional dalam beberapa tahun mendatang.

Optimisme itu disampaikan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, yang menilai kejuaraan Asia tersebut telah memberikan gambaran positif terhadap arah pembinaan tinju nasional.

Baca Juga: WorldSBK 2026: Performa Amburadul, BMW Bersiap Melepas Dua Pembalap Superbikenya

Okto mengapresiasi Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERBATI) yang sukses menggelar kejuaraan sekaligus melahirkan prestasi melalui para atlet muda Indonesia.

"Saya memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PP PERBATI yang berhasil mendapatkan kepercayaan dari Federasi Tinju Internasional untuk menjadi tuan rumah," ujarnya.

"Penyelenggaraannya luar biasa dan berhasil melahirkan prestasi yang membanggakan. Selamat juga untuk Anggi. Ini menjadi cikal bakal lahirnya prestasi-prestasi berikutnya," tambah Okto, Rabu, 15 Juli 2026, di Hall Basket GBK, Jakarta.

Baca Juga: FPTI Matangkan Regenerasi, Dua Pemanjat Muda Dikirim ke World Youth Championship 2026

Menurutnya, hasil yang diraih para petinju muda Indonesia harus dipandang sebagai investasi jangka panjang.

Pengalaman bertanding dan prestasi yang diraih di level Asia diharapkan menjadi bekal untuk membangun kekuatan tim nasional menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Okto menilai regenerasi menjadi aspek krusial karena Indonesia akan menghadapi kalender kompetisi yang padat dalam beberapa tahun ke depan, mulai dari Asian Games, Asian Indoor Martial Arts Games, hingga SEA Games 2027.

Baca Juga: Rachel/Febi Belum Mampu Bersaing di Japan Open 2026, Langsung Tersingkir di Babak Pertama

"Kita akan menghadapi Asian Games, Asian Indoor Martial Arts, hingga SEA Games 2027. Semua membutuhkan prestasi, dan kita berharap tinju kembali menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan kebanggaan untuk Indonesia," katanya

"Dulu kita cukup sulit mendapatkan prestasi, sekarang perlahan tinju Indonesia mulai bangkit." 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: NOC Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X