Prestasi Jateng di PON Aceh-Sumut Bakal Hancur

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 27 April 2024 | 15:44 WIB
PON XX di Papua 2021, Jateng menduduki peringkat ke-6 dengan perolehan medali sebanyak 24 emas, 45 perak, dan 61 perunggu.
PON XX di Papua 2021, Jateng menduduki peringkat ke-6 dengan perolehan medali sebanyak 24 emas, 45 perak, dan 61 perunggu.

SportlinkNews- Prestasi Jawa Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumut yang akan digelar 8-20 September 2024 diprediksi bakal hancur.

Seperti diketahui, pada PON XX di Papua 2021, Jateng menduduki peringkat ke-6 dengan perolehan medali sebanyak 24 emas, 45 perak, dan 61 perunggu. Ini akan lebih turun pada PON Aceh Sumut 2024 nanti.

''Peringkat ke-6 Jateng di PON Papua lalu sangat memalukan. Sekarang ini persiapan Jateng menuju PON Aceh-Sumut sangat buruk. Ditambah lagi manajemen pengurus KONI Jateng yang tidak transparan dalam pembagian bantuan dana ke cabor. Inilah yang membuat prestasi Jateng di PON Aceh-Sumut nanti bakal hancur,'' kata Ketua Pengprov TI Jateng, Grand Master Taekwondo Alex Harijanto di Sekretariat Pengprov TI Jateng pada 25 April 2024.

Baca Juga: Pakar: Vietnam U23 Progresif Tapi Kurang Tajam

Menurutnya, solusi agar prestasi Jateng di PON Aceh-Sumut 2024 nanti bisa lebih baik adalah Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana, SH, MH harus mundur dari jabatannya.

Sebab, Bona sudah tidak layak lagi memimpin KONI Jateng. Karena dia bersembunyi bukannya menghadapi masalah yang terjadi saat ini. Dana silpa yang digelembungkan adalah pokok permasalahan yang terjadi.

Dia mengatakan, salah satu indikasi bakal menurunkannya prestasi Jateng adalah pelaksanaan TC PON Aceh-Sumut 2024. KONI Jateng memberlakukan kebijakan pelaksanaan TC PON yang bervariasi.

Baca Juga: Honda Siapkan Motor Balap Baru RC213V untuk Sesi Tes di Jerez

''KONI Jateng memberlakukan TC PON kepada sejumlah cabor bervariasi. Ada yang enam bulan, empat bulan, bahkan ada yang dua bulan. Belum lagi pencairan dananya tidak transparan, sehingga banyak pengurus cabor yang mengeluh,'' ungkapnya.

Cabang taekwondo, katanya, sudah dua bulan yakni Maret dan April belum menerima dana untuk TC PON. Kejadian yang sama juga menimpa para atlet taekwondo dan pelatih yang selama dua bulan tersebut belum menerima insentif.

Pengprov TI Jateng berencana membubarkan TC, jika dana TC PON, insentif atlet dan dana pengganti dana TC Pra-PON serta dan tc PON Aceh tidak segera diberikan,'' ujarnya.

Baca Juga: Mikel Arteta Minta Bantuan Arsene Wenger saat Arsenal Berburu Gelar Juara

Dia menambahkan, pada PON Aceh-Sumut nanti, cabor taekwondo ditargetkan KONI Jateng meraih 3 medali emas.

Selama ini, pihaknya hanya diberi janji-janji manis saja untuk pengantian biaya TC pra PON. Tapi diajak ketemu untuk membahas masalah ini saja tidak dilakukan Bona selaku ketua dan pemegang kebijakan.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB
X