Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB
Pebiliar Winoto tidak hanya merayakan medali emasnya, ia merayakan kenangan indah bersama Bustaman. (sportlinknews)
Pebiliar Winoto tidak hanya merayakan medali emasnya, ia merayakan kenangan indah bersama Bustaman. (sportlinknews)

Sportlinknews - Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024 telah berakhir. Banyak kisah menyentuh dari perjuangan para atlet yang berlaga selama pesta olahraga terbesar di tanah air bergulir.

Satu momen menyentuh hati tercipta di Pardede Hall, Medan, yang menjadi lokasi pertandingan biliar.

Winoto, pebiliar asal Aceh, berhasil meraih medali emas dalam nomor 9 ball single putra setelah mengalahkan Rico Herman dari Kalimantan Barat dengan skor 9-3.

Namun, kisah di balik kemenangan ini jauh lebih dalam dari sekadar angka di papan skor.

Baca Juga: Tim Medical Center Cabang Olahraga Atletik Tangani 15 Atlet Selama Perlombaan PON XXI

Sejak awal pertandingan, Winoto menunjukkan dominasi luar biasa, menciptakan keunggulan 4-0 dalam empat set pertama.

Setiap bola yang ia masukkan tidak hanya mencerminkan keterampilannya. Tapi juga mengingatkannya pada seseorang yang sangat berarti yakni mendiang Teuku Bustaman.

Sahabat sekaligus pelatihnya, Bustaman, adalah sosok yang selalu ada di sisinya, membimbing dan memberi semangat dalam setiap langkah.

Baca Juga: Transaksi UMKM di Venue Esports PON XXI Tembus Rp50 Juta/Hari

Setelah pertarungan yang melelahkan, Winoto tidak hanya merayakan medali emasnya, ia merayakan kenangan indah bersama Bustaman.

"Saya ingin mempersembahkan emas ini untuk mengenang almarhum. Dia adalah motivasi utama saya. Saat saya naik ke podium, saya ingin membawa foto almarhum sebagai tanda penghormatan," kata Winoto dengan nada bergetar.

Setiap kali Winoto mengingat Bustaman, ia teringat pada segala pelajaran yang telah diajarkan. Ketekunan, dedikasi, dan semangat pantang menyerah.

Bustaman tidak hanya mengajarinya teknik biliar, tetapi juga arti sejati dari persahabatan dan dukungan.

Dengan setiap set yang dimenangkannya, Winoto merasa seolah ia bermain bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk Bustaman, yang selalu percaya padanya.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB
X