Lantaran DNA beladiri mengalir di tubuhnya, Devi sangat cepat menyerap materi pelatihan. Dari sanalah, kehidupannya berubah lebih baik.
Berkat ketekunannya, dia hanya butuh satu tahun untuk menggores prestasi di hapkido. Devi menjuarai kejuaraan nasional di Jogyakarta tahun 2017.
Sejurus kemudian dia tampil pada kejuaraan dunia di Korea Selatan 2018. Devi nyaris gagal terbang ke negeri ginseng, karena terbentur dana. Tapi, berkat dukungan orang di sekitarnya, dia akhirnya bisa beraga di kejuaraan dunia.
Baca Juga: Taklukkan Babel, Sepak Bola Putri DKI Tunggu Lawan di Final
Berkat tekad dan kepercayaan dirinya, Devi akhirnya keluar sebagai juara kelas daeryun under 63 kilogram. Dia pun disambut pejabat Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Atas prestasi itulah, kehidupannya berubah. Pangdam XII Tanjung Pura, Mayjend Ahmad Supriadi membuka pintu bagi Devi untuk mengikuti tes Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Dia pun dinyatakan lulus seleksi.
"Saya bisa seperti ini berkat orang-orang tercinta seperti Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Pangdam XII Tanjung Pura, Dinas Pariwisata dan Olahraga dan tentu pelatih saya, Nim Rusli. Saya tak akan melupakan jasa mereka," ungkapnya.