Selandia Baru sempat unggul dua kali sebelum Iran mampu membalas dengan gol dari Mohammad Mohebbi dan Ramin Rezaeian.
Kampanye Piala Dunia Iran telah dibayangi oleh konflik politik yang berkecamuk di luar negeri.
Hambatan diplomatik yang parah yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump sangat membatasi kehadiran dan pergerakan tim sepak bola Iran di Amerika Serikat selama acara yang berlangsung selama lima setengah minggu tersebut.
Baca Juga: Todotua Pasaribu Resmi Jadi CdM Tim Indonesia di Asian Games 2026
Ketegangan politik yang memuncak memaksa tim sepak bola Iran untuk memindahkan kamp pelatihan mereka dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, tepat di selatan San Diego.
Pemerintah AS juga menetapkan bahwa tim sepak bola hanya boleh memasuki wilayah AS sesaat sebelum pertandingan dan harus segera keluar setelahnya.
Tim tiba di Bandara Internasional Los Angeles pada Minggu sore setelah menerima sambutan meriah dari markas mereka di Tijuana.
Beberapa pejabat Iran, termasuk presiden federasi sepak bola nasional, tetap tinggal di Meksiko setelah ditolak masuk.
Visa tim membatasi mereka untuk berada di wilayah Amerika kurang dari 48 jam dan mengharuskan mereka untuk kembali ke Meksiko setelah setiap pertandingan.
Iran diperkirakan akan kembali ke Los Angeles pada hari Minggu untuk melanjutkan pertandingan Grup G melawan Belgia.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Kejutan Piala Dunia 2026: Tunisia Pecat Pelatih setelah Hanya Satu Pertandingan
Lamine Yamal Dihibur Pacarnya Ines Garcia Setelah Spanyol Dipermalukan Tanjung Verde
Amerika, Kanada, Meksiko: Tiga Puluh Delapan Gol Sudah Tercipta
Belgia 1 Mesir 1: Dampak 22 Detik Romelu Lukaku
Argentina vs Aljazair: Hening! Sang Juara Siap Beraksi, Messi Berburu Rekor