Menutup keterangannya, Wijaya mengingatkan agar dinamika organisasi tidak mengorbankan pembinaan atlet.
Menurutnya, kesempatan atlet untuk mengikuti proses seleksi dan tampil di ajang internasional harus tetap terjamin secara adil dan objektif.
"Atlet jangan sampai menjadi korban dinamika organisasi. Kesempatan bertanding harus tetap terbuka melalui seleksi yang objektif dan tanpa diskriminasi agar pembinaan menuju SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade terus berjalan," ujar Wijaya.
Artikel Terkait
Taufik Hidayat Dorong Cabor Didorong Aktif Cari Pendanaan
Resmi Jadi Cabor Olimpiade, KONI Pusat Akan Pertandingkan Squash pada PON XXII 2028
Komite Olimpiade Indonesia Siap Temui Menkeu Bahas Dampak Pemotongan Anggaran Cabor
Football Medical Workshop 2026 Jadi Ajang Peningkatan Kualitas Pelayanan Medis di Cabor Sepak Bola
Kemenpora Kaji Ulang 67 Cabor PON 2028, Sesuaikan dengan DBON