"Saya hanya butuh lebih banyak waktu di dalam mobil, tetapi saya tahu saya tidak punya waktu," kata Liam. Helmut Marko, pembalap Austria itupun merespon, "Dia benar."
Red Bull tidak melihat tren peningkatan dan merasa bahwa menunggu tiga balapan mendatang tidak akan mengubah keadaan.
2. Pengaruh Honda di balik layar
Baca Juga: Kapten Timnas Indonesia Dilirik Inter Milan, Banderolnya Rp 86,91 Miliar
Faktor kunci lain dalam promosi Tsunoda adalah peran Honda di balik layar. Pabrikan Jepang itu dilaporkan menyumbang sekitar €10 juta.
Hal ini khususnya relevan manakala kita mengingat mahalnya biaya penggantian mobil Sergio Perez pada akhir tahun 2024.
Dukungan Honda telah lama menjadi hal penting dalam karier Tsunoda di Red Bull, dan kini membantu untuk kembali membalikkan keadaan.
Baca Juga: Dewa United Banten Pilih Bryan Carabali Porozo untuk Gantikan Peran Pape Malick Dime
Waktu dukungan Honda sangat menarik. Beberapa minggu yang lalu, merek tersebut mengisyaratkan bahwa Tsunoda perlu membuktikan dirinya secara independen dengan semakin dekatnya kemitraan Honda dengan Aston Martin.
Namun, kesempatan ini terlalu bagus untuk dilewatkan oleh semua pihak yang terlibat.
Kehadiran pembalap Jepang di tim utama menjadi cara yang menarik untuk mengakhiri era Red Bull-Honda pada tahun 2025 – dengan asumsi peraturan tahun 2026 tetap berlaku untuk saat ini.
Baca Juga: Pembalap Indonesia Julian Johan Bakal Turun Balap di Reli Dakar 2026
3. Tsunoda tidak dapat berbuat lebih banyak untuk membuktikan dirinya
Di luar faktor finansial, Tsunoda sendiri layak mendapatkan pujian atas promosi ini. Setelah Pierre Gasly pindah ke Alpine, Tsunoda harus melangkah maju sebagai pemimpin tim di Faenza.
Tsunoda pertama-tama mengungguli Nyck de Vries, kemudian berhadapan langsung dengan Daniel Ricciardo, yang kembalinya ke Red Bull tidak pernah terwujud karena Tsunoda lebih unggul.