“Mohon olahraga padel ini disosialisasikan lebih luas lagi, terutama kepada anak-anak muda."
Baca Juga: Rayakan Momen Emas Shai Gilgeous-Alexander di NBA 2025: Converse Persembahkan SHAI 001 'Trophy Gold'
"Kita belajar dari olahraga lain yang sempat naik daun lalu meredup. Itu bisa jadi bahan evaluasi,” kata Sri Paduka.
Lebih lanjut, Sri Paduka juga menyarankan agar padel dikembangkan secara sederhana namun efektif.
Ia mendorong penggunaan perlengkapan padel hasil produksi lokal dengan melibatkan kreativitas anak muda Yogyakarta.
Baca Juga: Di Luar Lapangan: Genoa CFC Mendefinisikan Ulang Posisinya dalam Budaya Sepak Bola Kreatif
“Jogja tidak kekurangan orang kreatif. Potensi itu bisa dimanfaatkan untuk membuat perlengkapan padel secara mandiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marrel juga menyampaikan bahwa beberapa atlet padel asal DIY telah menunjukkan prestasi menggembirakan di tingkat internasional.
“Alhamdulillah, kami sudah mengirim atlet-atlet yang berhasil meraih medali emas dalam dua kejuaraan melawan pemain dari luar negeri,” tutupnya.
Baca Juga: Nasib Sial Al Ahly dan FC Porto, Tersingkir Setelah Hasil Imbang Palmeiras
Ia berharap dengan dukungan pimpinan daerah, lebih banyak lagi atlet padel dari DIY yang bisa tampil dan bersaing di level nasional maupun internasional.