Kemenpora Susun Formula Baru Ukur Kontribusi Ekonomi Event Olahraga

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 10 Juli 2026 | 22:56 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

SportlinkNews - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai menyusun skema baru untuk mengukur kontribusi ekonomi dari setiap penyelenggaraan ajang olahraga di Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan menjadi dasar dalam melihat seberapa besar manfaat ekonomi yang dihasilkan sektor olahraga bagi daerah maupun nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan selama ini berbagai event olahraga terbukti mampu menggerakkan aktivitas ekonomi.

Baca Juga: Jelang Duel Spanyol vs Belgia, Romelu Lukaku: Kami Telah Mempersiapkan Diri dengan Baik

Namun, Indonesia belum memiliki sistem penghitungan yang komprehensif untuk mengukur hubungan antara biaya penyelenggaraan dan nilai ekonomi yang dihasilkan.

"Kami sedang menyiapkan sebuah terobosan terkait cost structure dan economic impact yang nanti akan kami sampaikan pada waktunya," ujar Erick kepada media di Kemenpora, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurutnya, keberadaan instrumen tersebut akan membantu pemerintah menilai efektivitas investasi di sektor olahraga secara lebih terukur.

Baca Juga: Erling Haaland: Peluang Timnya Menang Piala Dunia Sangat Rendah, Tekanan Sepenuhnya Ada Pada Inggris

Dengan data yang akurat, setiap penyelenggaraan event dapat dievaluasi berdasarkan dampak ekonomi yang benar-benar dihasilkan.

Erick mencontohkan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika yang membutuhkan anggaran sekitar Rp600 miliar, tetapi mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga diperkirakan mencapai Rp4,9 triliun.

Ia juga menilai potensi serupa terlihat pada berbagai ajang olahraga partisipatif, termasuk lomba lari yang melibatkan ribuan peserta.

Baca Juga: Xabi Alonso Memulai Perannya sebagai Pelatih Chelsea di Cobham

Aktivitas tersebut turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro di sekitar lokasi penyelenggaraan.

"Setiap event pasti memiliki dampak ekonomi. Ada perputaran uang yang tercipta, tetapi selama ini kita belum memiliki kebiasaan menghitung struktur biaya dan dampak ekonominya secara menyeluruh. Itu yang sedang kami siapkan," jelasnya.

Bagi Erick, pembangunan olahraga tidak lagi bisa dipandang semata-mata dari jumlah medali yang diraih.

Baca Juga: Enzo Maresca Diperkuat Staf Pelatih Baru untuk Tangani Manchester City

Ia ingin paradigma tersebut bergeser menjadi investasi yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat citra Indonesia di tingkat internasional.

Karena itu, Kemenpora terus mendorong pengembangan industri olahraga dan sport tourism sebagai sektor yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan dukungan sistem penghitungan yang lebih akurat, pemerintah berharap setiap kebijakan di bidang olahraga dapat disusun berdasarkan data sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: kemenpora

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prancis yang Menang, London Bergejolak

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:19 WIB

Kim Kardashian Jadikan Hamilton Pria Bahagia

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:42 WIB
X