Baca Juga: Alvaro Arbeloa Sebut Kylian Mbappe Salah Arti Terkait Status Striker Keempat
"Kalau pembinaan usia dini tidak dilakukan sekarang, target lima besar Olimpiade 2044 hanya akan menjadi lelucon sejarah," tegasnya.
Dalam pandangan KONI, pembangunan sport nation membutuhkan kerja lintas sektor yang jauh lebih besar dibanding sekadar program federasi olahraga.
Pemerintah, sekolah, kampus, media, swasta, hingga komunitas masyarakat disebut harus bergerak dalam arah yang sama.
Baca Juga: Taklukkan Persiku Kudus Lewat Drama 5 Gol, Sumsel United Kampiun EPA Championship U-19
Peran media olahraga juga dianggap penting dalam membangun budaya olahraga nasional.
Bukan hanya memberitakan kemenangan, tetapi menciptakan optimisme dan kesadaran publik bahwa olahraga memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia.
Selain pembinaan atlet, Ade Lukman menyoroti pentingnya penguatan sport science, kualitas kompetisi nasional, pelatih, hingga industri olahraga.
Baca Juga: Spurs Hancurkan Wolves, Wembanyama Cs ke Final Barat Pertama Sejak 2017
Semua itu dinilai menjadi bagian dari mesin besar yang menentukan keberhasilan Indonesia sebagai sport nation.
Namun di tengah semangat tersebut, ia juga mengakui masih ada persoalan kebijakan yang perlu disempurnakan.
Salah satunya berkaitan dengan regulasi olahraga nasional yang menurut sejumlah KONI daerah belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pembinaan di akar rumput.
Baca Juga: Taklukkan Persiku Kudus Lewat Drama 5 Gol, Sumsel United Kampiun EPA Championship U-19
"Kami sudah berdiskusi dengan Kemenpora dan mereka menyambut baik aspirasi dari daerah. Tentunya akan ada revisi atau penyempurnaan regulasi untuk mempercepat prestasi olahraga Indonesia," katanya.
Ade Lukman menegaskan olahraga seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sektor pelengkap pembangunan nasional.