ragam

Tiga Nomor Andalan Dicoret, Target Indonesia di Asian Games 2026 Terancam

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:30 WIB
Menpora Erick Thohir berbicang-bincang dengan Menteri Olahraga negara Asia Tenggara lainnya dalam forum SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di Bali, 3-5 Mei 2026. (KEMENPORA)

SportlinkNews - Dengan waktu tersisa sekitar enam bulan, pemerintah menilai tantangan yang dihadapi Indonesia kali ini di Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, tidak ringan.

Terutama karena sejumlah nomor andalan yang sebelumnya menghasilkan medali emas tidak lagi dipertandingkan.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan bahwa Indonesia meraih tujuh medali emas pada edisi Asian Games sebelumnya.

Baca Juga: SK Tuan Rumah Terbit, NTB, NTT, dan DKI Langsung Tancap Gas Menuju PON 2028

Namun, dari jumlah tersebut, tiga nomor yang menyumbang emas dipastikan tidak masuk dalam program pertandingan Asian Games 2026.

Menurut Erick, peluang Indonesia untuk mempertahankan capaian sebelumnya di Asian Games menjadi semakin menantang, bahkan untuk mengamankan empat emas tersisa saja dinilai tidak mudah.

Dari tujuh emas yang diraih pada edisi sebelumnya, tiga nomor dipastikan tidak lagi dipertandingkan sehingga menyisakan keterbatasan peluang bagi Indonesia.

Baca Juga: Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Lazio 

"Mempertahankan empat emas saja sudah tidak mudah karena banyak pelatnas yang terhenti. Presiden meminta kami berkoordinasi dengan Menteri Keuangan agar anggaran pelatnas yang saat ini dibintangi dapat diberi kelonggaran," imbuh Erick di Kemenpora, Selasa, 23 Juni 2026.

"Setidaknya dalam 2,5 bulan ke depan dibutuhkan fleksibilitas anggaran."

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk menata ulang strategi pembinaan atlet nasional, dengan penekanan pada sistem pelatnas jangka panjang yang berkelanjutan.

Baca Juga: Alami Cedera Parah, Nico Schlotterbeck Tolak Tinggalkan Skuad Jerman

Erick menegaskan bahwa prestasi di level internasional tidak dapat dicapai melalui program singkat, melainkan membutuhkan proses pembinaan bertahun-tahun sebagaimana yang dilakukan negara-negara peraih medali Olimpiade.

Ia juga menekankan bahwa pola pembinaan menuju Olimpiade 2032 harus mulai disiapkan sejak sekarang, termasuk untuk Asian Games dan SEA Games, agar atlet memiliki waktu yang cukup untuk berkembang secara optimal.

"Tidak mungkin kita menyiapkan juara dalam satu atau dua tahun sebelum pertandingan. Pelatnas harus dirancang jangka panjang karena prestasi tidak lahir secara instan," tegasnya.

Baca Juga: Kemenpora Kaji Ulang 67 Cabor PON 2028, Sesuaikan dengan DBON

Dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto, Erick mengaku telah menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan program pelatnas.

Presiden, kata dia, memberikan dukungan penuh terhadap konsep pembinaan jangka panjang tersebut.

Selain itu, Kemenpora terus menjalin komunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, serta Kemenkeu untuk memastikan kebutuhan persiapan atlet dapat terpenuhi menjelang Asian Games 2026.

Baca Juga: Hanya Butuh Satu Poin, Korea Selatan Tetap Targetkan Menang Lawan Afrika Selatan

"Bapak Presiden mendukung penuh olahraga nasional. Karena itu kami terus berkoordinasi agar kebutuhan atlet dan pelatih dapat dipenuhi sehingga persiapan menuju Asian Games berjalan maksimal," tambahnya.

Tags

Terkini