SportlinkNews - Debut cabor Mixed Martial Arts (MMA) di Asian Games 2026 membuka peluang baru bagi Indonesia untuk menambah pundi-pundi medali pada ajang olahraga terbesar di Asia.
Meski akan menjalani penampilan perdana di multievent tersebut, PB PERTACAMI menilai peluang atlet Merah Putih untuk bersaing tidak bisa dipandang sebelah mata.
Kepercayaan diri itu muncul setelah rentetan hasil positif yang diraih para petarung Indonesia dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga: Carlos Franca Tinggalkan Persijap Jepara Lanjutkan Kariernya di Luar Negeri
Dari SEA Games hingga Kejuaraan Asia, performa atlet MMA Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan yang membuat mereka kini mulai diperhitungkan di kawasan Asia.
Ketua Umum PB PERTACAMI, Tommy Paulus Hermawan, mengatakan perkembangan yang dicapai cabang olahraga ini merupakan hasil dari pembinaan yang berjalan secara berkesinambungan.
Menurutnya, Indonesia kini tidak lagi sekadar menjadi peserta dalam kompetisi internasional, tetapi mulai mampu bersaing memperebutkan podium.
Baca Juga: Berita Terkini: 58 Suporter Malaysia Ditangkap karena Alasan Terkait Piala Dunia 2026
"Kami melihat perkembangan yang sangat signifikan. Atlet-atlet Indonesia sudah mampu menunjukkan kualitasnya di berbagai kejuaraan internasional," ujar Tommy kepada media pada Kejurnas MMA 2026 di Megamendung, Bogor, Jumat, 19 Juni 2026.
Hasil tersebut tercermin dari capaian tim nasional pada sejumlah ajang bergengsi.
Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas dan empat perunggu dari Kejuaraan Asia, sementara seluruh atlet yang tampil pada SEA Games 2025 sukses menyumbangkan medali.
Baca Juga: Pahlawan Hat-Trick Kanada Jejaki Messi Inspirasi Kemenangan Bersejarah Pertama di Piala Dunia
Lima dari tujuh atlet bahkan mampu melaju hingga partai final, sebuah pencapaian yang memperlihatkan semakin ketatnya daya saing Indonesia di level internasional.
Meski demikian, jalan menuju podium Asian Games dipastikan tidak mudah. Negara-negara dengan tradisi kuat di olahraga tarung seperti China, Kyrgyzstan, dan Uzbekistan masih menjadi lawan yang harus dihadapi.
Di tengah persaingan tersebut, Indonesia memiliki salah satu kartu truf dari sektor putri melalui Vallensia Fahira Hotmauli.
Baca Juga: Kabarkan Ayah Messi Meninggal Dunia, Presenter TV Ini Mundur
Atlet kelas Modern Female -54 kilogram itu datang ke Asian Games dengan status yang cukup mentereng, yakni pemuncak peringkat Asia di kelasnya.
Posisi tersebut diraih Vallensia setelah tampil konsisten dalam dua rangkaian kualifikasi yang berlangsung di China dan Uzbekistan sepanjang tahun ini.
Sistem peringkat yang menggunakan akumulasi poin menempatkannya di urutan teratas kawasan Asia.
Baca Juga: Prediksi Brasil Vs Haiti: Harusnya Tidak Masalah
"Saya bersyukur bisa berada di peringkat pertama Asia. Ini menjadi motivasi besar untuk memberikan hasil terbaik saat Asian Games nanti," kata Vallensia.
Meski menyandang status unggulan, atlet peraih medali perak SEA Games 2025 itu tidak ingin terlena. Menurutnya, persaingan di kelas -54 kilogram sangat terbuka karena dihuni sejumlah petarung kuat dari berbagai negara.
Thailand menjadi lawan yang paling mendapat perhatian khusus dari Vallensia. Atlet Negeri Gajah Putih itu pernah mengalahkannya pada partai final SEA Games 2025 dan hingga kini masih dianggap sebagai pesaing utama dalam perebutan medali.
Artikel Terkait
Presiden GAMMA Puji Perkembangan Olahraga MMA di Indonesia
Indonesia Kirimkan 17 Atlet ke Kejuaraan Dunia MMA di Sao Paulo Brasil
Face to Face, Jake Paul Paul Tantang Oleksandr Usyk di Matras MMA
Resmi Dilantik Jadi Ketua IBCA MMA Kota Tangerang, Ini Janji Raya Sahetapy
Kejurnas MMA 2026 Siapkan Fondasi Timnas Masa Depan