Menutup keterangannya, Wijaya mengingatkan agar dinamika organisasi tidak mengorbankan pembinaan atlet.
Menurutnya, kesempatan atlet untuk mengikuti proses seleksi dan tampil di ajang internasional harus tetap terjamin secara adil dan objektif.
"Atlet jangan sampai menjadi korban dinamika organisasi. Kesempatan bertanding harus tetap terbuka melalui seleksi yang objektif dan tanpa diskriminasi agar pembinaan menuju SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade terus berjalan," ujar Wijaya.