Sayang Eko gagal. Meski demikian Rizki dan Eko telah membangkitkan gairah yang luar biasa bagi dua provinsi Banten dan Lampung. Seperti kita ketahui, Lampung dan Banten sedang siap-siap untuk ikut bidding menjadi tuan rumah PON XXIII, tahun 2032.
Semoga keberhasilan ini membuat dunia olahraga kita tetus menggeliat maju. Meski demikian, ajakan Menpora Dito untuk segera mengevaluasi, perlu ditanggapi ekstra keras.
Maklum, cabor bulutangkis yang biasanya menjadi penyumbang emas, berguguran sebelum waktu. Padahal kita memiliki sederet pebulutangkis kelas dunia. Beruntung masih ada Gregoria Mariska Tunjung yang menyumbang perunggu.
Baca Juga: Komentar Veddriq Usai Raih Emas Pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Kemudian Panjat Tebing, cabor baru yang sukses di nomor Speed putra, kedepan perlu juga diperhatikan agar jam terbang mereka bertambah. Selain itu perbaikan dan penambahan nomor juga perlu dipikirkan.
Terakhir cabor Angkat Besi, usia Eko sudah tidak muda lagi, kira perlu menambah jumlah Rizki-Rizki lainnya.
Pun untuk atlet putri, hingga kini kita belum memiliki pengganti almarhumah Lisa Rumbewas yang salam tiga Olimpiade, 2000, 2004, dan 2008 menyumbangkan 2 perak serta 1 perunggu.
Apapun juga, hasil ini membuat senyuman kita rakyat Indonesia, sama manisnya dengan senyuman Anindya Bakrie, putra sulung Aburizal Bakrie.
Bravo olahraga Indonesia.....