Catatan Olimpiade Paris 2024: Iki Wong Serang

Suryansyah, Sportlink News
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 09:21 WIB
Rizki Juniasyah meraih medali emas Cabang Olahraga Angkat Besi, di nomor 73 kg. (noc indonesia)
Rizki Juniasyah meraih medali emas Cabang Olahraga Angkat Besi, di nomor 73 kg. (noc indonesia)


  • M. Nigara
    Wartawan Olahraga Senior

SportlinkNews - Ini orang Serang! Begitu kira-kira yang terucap dari mulut ratusan ribu penduduk Kabupaten Serang, Provinsi Banten, saat Rizki Juniasyah meraih medali emas Cabang Olahraga Angkat Besi, di nomor 73 kg.

Emas kedua bagi kontingen Indonesia ini sekaligus menghapus segala kekhawatiran kita terkait medali.

Maklum, hingga tiga hari menjelang Olimpiade, kontingen Garuda baru memperoleh perunggu dari Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih, untuk nomor tunggal putri, cabor bulutangkis.

Baca Juga: Klasemen Peroleh Medali Olimpiade Paris 2024: Filipina dan Indonesia Memimpin, Malaysia Terlempar Jauh

Bahkan Menpora Dito Ariotedjo melalui instragramnya menyatakan siap mengambil-alih tanggung jawab.

Satu langkah yang perlu diacungi jempol karena ketika banyak pihak justru lebih sering melempar tanggung jawab dan cendrung menyalahkan pihak lain, Dito justru tampil ke depan.

Maka, ketika Veddriq Leonardo dari cabor panjat tebing di nomor Speed putra berhasil meraih emas, melalui instagram CDM, Anindya Bakrie, kegembiraan Dito meledak begitu rupa. Ya, kegembiraan yang luar biasa dan normal dilakukan oleh siapa pun yang baru terlepas dari 'tekanan perasaan'.

Baca Juga: Olimpiade Paris 2024: Drama Rizki Raih Emas Angkat Besi, Nervous, Gagal, Tangis hingga Pesan Ibu

Banten-Lampung
Keberhasilan kedua dari Rizki, pemuda kelahiran kota Serang, 17 Juni 2003, benar-benar menggetarkan seluruh relung Republik tercinta yang sesaat lagi akan memasuki usia 79 tahun. Terlebih untuk Banten dan Kota Serang.

Hasil ini menjadi tanda bahwa kontingen Indonesia yang dipimpin Anindya Bakrie, sukses.

Lonjakan dalam klasemen peroleh medali pun melompat sangat cepat. Dari awalnya 72, lalu ke-46, dan kini hanya satu tingkat di bawah Filiphina, peringkat 28 (2 emas-0 perak-1perunggu).

Baca Juga: Latihan Tidak Selalu Menghasilkan Kesempurnaan, Itulah Mengapa Anda Tidak Ikut Olimpiade

Mudah-mudahan jumlah itu masih bisa berubah karena cabor sepeda, nomor Omnium putra atas nama Bernard Benyamin van Aert, hari ini.

Rizki yang berikrar akan 'membalaskan' dan menebus kegagalan seniornya Eko Yulianto yang cedera saat menjelang final, meluapkan kegembiraannya setelah menumbangkan atlet China Shi Zhiyong. Ini merupakan emas pertamanya di Olimpiade.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X