"Saya dengan tulus meminta maaf kepada Federasi Bola Voli Korea, para penggemar, dan pelatih Ko Hee-jin," ujar Turino seperti dikutip dari Naver.
Baca Juga: Hukuman Ondrej Kudela Dipertanyakan, Bambang Pamungkas: Pemain Harus Diberi Ruang untuk Klarifikasi
"Saya akan menerima tindakan disipliner apa pun yang diputuskan oleh komite."
Turino juga mengakui bahwa tindakannya telah mencoreng reputasi KOVO sebagai otoritas bola voli Korea Selatan.
Ia berjanji akan menjadikan momen ini sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan sikap profesionalnya di masa depan.
Baca Juga: Persis Solo Ancang-ancang Rekrut Pemain Baru Jelang Putaran Kedua Liga 1 2024/2025
Hukuman ini menjadi pukulan bagi Pink Spiders, yang saat ini berada di puncak klasemen Liga Voli Korea 2024-2025.
Kehilangan Turino selama tiga pertandingan diprediksi akan memengaruhi strategi tim, terutama karena mereka baru saja mengalami rentetan kekalahan.
Pink Spiders sebenarnya mengawali musim dengan gemilang, mencatatkan 14 kemenangan beruntun.
Baca Juga: Carlos Pena: Bursa Transfer Tidak Boleh Disia-siakan Tapi Kami Fokus Dulu Melawan Malut United FC
Namun, kekalahan dari Red Sparks dengan skor 1-3 memutus tren positif tersebut.
Setelahnya, Kim Yeon-koung dan kawan-kawan kembali tumbang dalam tiga pertandingan berturut-turut.
Ke depan, Pink Spiders menghadapi jadwal berat.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan yang Ketat Bikin Pemain Liga 1 Ini Rayakan Natal Jauh dari Keluarga
Mereka dijadwalkan bertanding melawan GS Caltex Seoul KIXX pada Sabtu (28/12/2024) di kandang, dilanjutkan laga tandang melawan lawan yang sama pada Selasa (7/1/2025).