Pemain kuota Asia awalnya seharusnya menerima 100 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,62 miliar) termasuk pajak untuk tahun pertama dan kedua.
Tetapi, dewan direksi Federasi Bola Voli Korea (KOVO) memutuskan pada Januari 2024 untuk menerima 120 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,94 miliar) untuk tahun pertama dan 150 ribu dolar AS (sekitar Rp 2,43 miliar) untuk tahun kedua atau lebih.
Pemain asing menerima sekitar dua kali lipat lebih banyak dari pemain kuota Asia.
Ini berarti bahwa ekspektasi terhadap keterampilan pemain asing lebih tinggi daripada pemain kuota Asia.