Terungkap! Cristiano Ronaldo Tak Bersalah, Erik ten Hag Biang Kerok Kacaunya Ruang Ganti Manchester United

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Jumat, 21 Februari 2025 | 18:00 WIB
Cristiano Ronaldo tidak bersalah dan yang membuat ruang ganti Manchester United kacau adalah Erik ten Hag. (PREMIERLEAGUE.COM)
Cristiano Ronaldo tidak bersalah dan yang membuat ruang ganti Manchester United kacau adalah Erik ten Hag. (PREMIERLEAGUE.COM)

Menurutnya, permasalahan utama justru berasal dari cara Ten Hag mengelola tim, terutama dalam hubungannya dengan para pemimpin di dalam skuad.

Baca Juga: Semata Wayang Klub Italia Tersisa di Liga Champions, De Vrij: Inter Merasa Lebih Bertanggung Jawab

"Dia selalu membutuhkan contoh seorang pemain yang selalu sendirian selama berada di Manchester," ujar Varane.

"Dia melakukannya dengan setidaknya satu pemain penting di tim."

"Dia selalu berkonflik dengan para pemimpin kelompok tertentu. Itulah caranya mengelola (tim)," lanjutnya.

Baca Juga: Dokter Bedah China Turunkan Berat Badan 25 Kg dalam 42 Hari Memenangkan Kontes Kebugaran

Dari pernyataan tersebut, terlihat jelas bahwa Ten Hag kerap menjadikan satu pemain sebagai contoh untuk menunjukkan otoritasnya di tim.

Cara manajemen seperti ini dinilai membuat ruang ganti tidak kondusif, bahkan hingga saat ini.

Meskipun Ten Hag kini tidak lagi menjadi pelatih Manchester United dan Ronaldo telah lama pergi, permasalahan internal tampaknya masih berlanjut di klub tersebut.

Baca Juga: Tiga Belas Tahun Berbohong, Manajer Chelsea Buka-bukaan Soal Hubungan Rahasia dengan Asistennya yang Punya Anak

Ruang ganti Setan Merah belum sepenuhnya stabil, dan konflik masih kerap terjadi.

Salah satu konflik terbaru yang mencuat adalah perselisihan antara Ruben Amorim dan Marcus Rashford.

Situasi ini bahkan membuat Rashford mengambil keputusan besar untuk meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Aston Villa pada bursa transfer musim dingin 2025.

Dengan berbagai permasalahan yang terus muncul, Manchester United tampaknya masih harus berbenah agar bisa kembali menjadi tim yang solid.

Perubahan manajemen dan pendekatan kepemimpinan di dalam skuad menjadi hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengembalikan kejayaan klub di kompetisi domestik maupun Eropa.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: The Athletic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X