Catatan Sepak Bola: Ada Apa dengan Suporter Kita?

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 23 Februari 2025 | 18:07 WIB
Suporter persela merangsek ke lapangan. (X)
Suporter persela merangsek ke lapangan. (X)

Ya, kala itu, Rabu, 29 Mei 1985. Tak ada yang menduga, kerusuhan pecah. Hooligan dari Liverpool bertempur dengan tifosi Juventus jelang laga final Piala Champiobs Eropa. Dari data wikipedia, 600 terluka ringan hingga berat, 39 orang meninggal.

Pertanyaannya, mengapa UEFA (badan sepak bola Eropa) yang kemudian diperkuat FIFA, menjatuhkan sanksi pada seluruh sepak bola Inggris, FA. Salahnya the Three Lions julukan timnas Inggris?

Begitu juga mengapa MU, Arsenal, Chelsea, City, dan yang lainnya? Mereka dihukum dua tahun tidak diperkenankan untuk berpartisipasi di segala lapisan Eropa dan dunia.

Baca Juga: Ronaldo Meledak Dalam Kemarahan, Jhon Duran Dikeluarkan karena Menampar Lawan

Itu dampak yang tak bisa dihindarkan ketika UEFA menjatuhkan sanksi. Tidak ada kompromi. Apa lagi, kisah rusuhnya para hooligan memang sudah semakin membahayakan sepak bola.

"Jadi, prilaku suporter dapat berdampak langsung pada klub. Misalnya dihukum tanpa penonton untuk beberapa kali, partai usiran. Belum lagi denda material dari yang kecil hingga miliaran rupiah. Semua tertuang dalam regulasi," sambung saya.

Maka, tolonglah para mania di segala lapisan. Betul kalian juga yang menghidupi klub karena partisipasi dengan membeli tiket, betul kalian juga yang ikut memicu para produsen untuk beriklan pada klub, tapi, di tangan kalian juga nasib klub untuk bisa menjadi baik atau buruk.

Baca Juga: Brutal, Joseph Parker Hajar Martin Bakole Dalam 2 Ronde

Dulu, ya di Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan banyak negara Eropa lainnya, kalah adalah bencana. Tapi, saat ini tidak lagi.

Sepak bola adalah kenikmatan hidup. Sepak bola adalah satu-satunya kegembiraan yang bisa dinikmati banyak lapisan secara bersama-sama.

Saatnya para mania di tanah air menyadari hal itu. Secara tegas hanya sepak bolalah (timnas) yang dapat mempersatukan kita. Partai, pilihan presiden, gubernur, bupati, wali kota, bisa berbeda. Tapi, begitu duduk untuk menyaksikan timnas, semua perbedaan runtuh.

Baca Juga: Peran Penting Psikologi Olahraga: Kunci Sukses Atlet dalam Latihan dan Pertandingan

Ayoo para mania, kita jadikan sepak bola sebagai kenikmatan dan kebahagiaan.......
Bravo paramania...

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inggris 6 Prancis 4: Pertandingan Paling Gila

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB
X