Szczesny menilai, Yamal tidak akan bisa menyamai Messi karena sulit untuk mencetak 50 gol dalam satu musim, sesuatu yang kerap dilakukan La Pulga semasa membela Barcelona.
Baca Juga: Indonesia vs Australia: Timnas Berangkat ke Sydney, Jaga Asa Lolos Piala Dunia 2026
Namun, Yamal tetap memiliki keunggulan tersendiri yang membuatnya menjadi ancaman bagi lawan.
"Saya tidak melihat Lamine mencetak 50 gol dalam satu musim seperti Messi, tetapi ia sangat berbahaya dalam situasi satu lawan satu," lanjut Szczesny.
Selain itu, Yamal juga dinilai memiliki pemahaman permainan yang luar biasa.
Baca Juga: Jay Idzes Jadi Mimpi Buruk Conte dalam 15 Tahun Terakhir, Venezia Tahan Napoli 0-0
Kemampuannya dalam memberikan umpan kunci dengan timing yang tepat menjadi senjata utama yang membedakannya dari Messi.
Musim ini, Yamal terus menjadi pilihan utama Barcelona dan Timnas Spanyol di posisi sayap kanan.
Ia bahkan kembali mendapat panggilan untuk memperkuat La Furia Roja di babak perempat final UEFA Nations League.
Baca Juga: Tradisi Final All England: Bisakah Indonesia Pertahankan Dominasi Ganda Putra?
Dengan bakat dan potensinya yang terus berkembang, Yamal diprediksi akan menjadi salah satu pemain terbaik di masa depan, meskipun jalannya tidak akan persis seperti Messi.
Artikel Terkait
Thom Haye Optimistis Hadapi Australia, Targetkan Kemenangan untuk Timnas Indonesia
Pep Guardiola Sebut Manchester City Hadapi Sembilan Final Demi Liga Champions
Hal yang Perlu Diketahui Menjelang Laga Atletico Madrid vs FC Barcelona
All England 2025: Leo/Bagas Dalam Perburuan Gelar Pertama
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani: Pembelajaran dari Semifinal All England 2025