Namun, peluang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 tampaknya sudah sirna setelah Timnas Indonesia dipermak Australia 5-1, Kamis 20 Maret 2025.
Hal itu terjadi setelah Shin Tae-yong dipecat dan digantikan Patrick Kluivert. Tentu ini jadi debut buruk legenda sang meneer.
Tapi, harapan untuk lolos ke babak keempat dengan mencari tempat ketiga dan keempat klasemen Grup C belum tertutup. Syaratnya dari tiga laga sisa melawan Bahrain, China (kandang) dan tandang ke Jepang harus dikonversi dengan 7 poin.
Baca Juga: Benarkah Emosi Dapat Bawa Penyakit untuk Tubuh?
Saat ini Indonesia berada di urutan keempat klasemen dengan 6 poin di bawah Arab Saudi (9 poin) dan Australia (10 poin). Tiket otomastis sudah dikantongi Jepang sebagai pemuncak klasemen yang tak terkalahkan dari 7 pertandingan.
Bahwa perkembangan sepak bola Indonesia sudah membaik dibanding 20 tahun silam, seperti yang diharapkan Gus Dur, iya terbukti. Dari segi permainan maupun taktikal, skuat Garuda tidak kalah bersaing.
Di sisi lain, dukungan masyarakat Indonesia terus mengalir. Stadion-stadion selalu dipenuhi oleh suporter yang memberikan semangat bagi para pemain. Dukungan ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat tim semakin percaya diri.
Gus Dur selalu punya cara unik untuk menyampaikan kritik sekaligus harapan. Prediksinya soal Piala Dunia ini benar-benar menggambarkan pandangan visionernya.
Baca Juga: Jelang Laga Melawan Indonesia, Striker Bahrain: Tekanan Ada di Timnas Garuda
Era Shin Tae-yong: Awal Kebangkitan atau Ujian Baru?
Hampir dua dekade setelah lelucon legendaris itu, harapan baru muncul ketika PSSI menunjuk Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, untuk menangani Timnas Indonesia pada 2019.
Shin Tae-yong, yang membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 datang dengan reputasi besar dan harapan tinggi dari masyarakat Indonesia.
Kehadirannya membawa angin segar. Shin Tae-yong dikenal sebagai sosok yang disiplin dan tegas. Ia tak segan-segan mengganti pemain senior yang tidak memenuhi standarnya, memperketat pola latihan dan menanamkan mentalitas juara pada tim.
Baca Juga: LaLiga Academy Vietnam Ajak 70 Pesepak Bola Kampanyekan Lawan Bullying
Apakah ramalan Gus Dur akan terbukti?
Pastinya tidak ada salahnya Gus Dur meramal atau sekadar melempar guyonon. Orang bebas-bebas saja meramal karena meramal tidak harus berbayar.
Ramalan-ramalan Gus Dur sering dianggap bercanda, tapi banyak yang terbukti menjadi kenyataan. Mulai dari prediksi politik hingga skor pertandingan sepak bola, Gus Dur seolah memiliki kemampuan membaca masa depan.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Menanggapi Mantan Pemain Real Madrid yang Mengincarnya, Celana Kedodoran...
Bahrain Siap Hadapi Tantangan Suporter Timnas Indonesia
Begini Pembagian Hadiah Uang Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, Setara dengan Juara Liga Champions
Red Sparks Krisis Pemain, Jung Ho-young Jadi Andalan di Babak Playoff
Cristiano Ronaldo Bahagia Bawa Portugal ke Semifinal, tapi Waspada Jerman