SportlinkNews - Debut pelatih Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia menuai kritik. Datangnya justru dari Belanda, tanah kelahirannya.
Pelatih sepak bola Robert Maaskant menganggap 'hype' seputar Timnas Indonesia terlalu dilebih-lebihkan. Pendapat itu dilontarkannya dalam podcast "De Maaskantine" yang ditayangkan di kanal YouTube Sportnieuws.
“Para pemain ini tidak akan memilih Indonesia jika mereka bermain untuk timnas Belanda,” kata Robert Maaskant.
Baca Juga: Strategi Baru Kluivert Berhasil! Timnas Indonesia Lebih Tajam saat Kalahkan Bahrain 1-0
Debut pelatih tim nasional Indonesia Patrick Kluivert ternyata gagal. Timnas Indonesia akhirnya kalah di laga kualifikasi Piala Dunia dengan Australia 5-1.
Kendati diperkuat pemain naturalisasi Belanda yang merumput di Eredivisie seperti Mees Hilgers (FC Twente), Calvin Verdonk (NEC) dan Thom Haye (Almere City).
Namun, Kluivert langsung mengubah stretaginya dan membuahkan hasil ketika Timnas Indonesia melawan Bahrain, Selasa 25 Maret 2025. Dalam laga ke-8 Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 itu, Indonesia menang 1-0 lewat gol Ole Romeny.
Baca Juga: Badminton Asia Championship 2025: Ganda Putri Indonesia Hadapi Tantangan Berat, Siap Tampil Maksimal
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pun pecah. Para suporter larut dalam euforia kemenangan tersebut.
"Mereka adalah pemain-pemain hebat di Eredivisie, tapi tentu saja grup itu tidak berarti apa-apa di tingkat internasional. Hal itu tidak akan berubah dalam semalam," sindir Robert Maaskant.
"Anda bergantung pada pemain Anda. Jika Anda memiliki pemain rata-rata di tingkat internasional, Anda seharusnya tidak berharap untuk memiliki tim top bersama-sama," ujar Maaskant dalam podcast Sportnieuws.nl De Maaskantine.
Baca Juga: Belum Nyerah Dihajar Timnas Indonesia, Dragan Talajic: Bahrain Tetap Dalam Persaingan
Terlalu banyak sensasi
Sejak Patrick Kluivert bergabung, ada diskusi rutin di Belanda tentang sepak bola di negara Asia. Namun, Maaskant berpendapat bahwa ekspektasi terhadap Indonesia terlalu tinggi.
"Sensasinya terlalu besar. Kami sama sekali tidak mengenal tim itu dan jarang melihat mereka bermain. Yang kami dengar hanyalah: 'Pelatih asal Belanda itu akan pergi ke sana, begitu juga dengan tim itu, dan dia akan pergi ke sana'," lanjut pelatih Helmond Sport.
Melebih-lebihkan Indonesia
Pemain Indonesia sebagian besar bermain untuk tim papan menengah di Belanda.
Artikel Terkait
Update Kabar Baik dari Belanda, Mees Hilgers Sudah Berlatih, Diproyeksikan Tampil Dalam Derby Twente
Persija Terus Asah Kemampuan Tim, Ferrari dan Rizky Ridho Sudah Kembali Bergabung
Mengejutkan! Como 1907 Bisa Lolos ke Kompetisi Eropa?
Dorna Sports Perpanjang Kontrak Sirkuit Ricardo Tormo Valencia untuk MotoGP Hingga 2031
Dianggap Terlalu Dominan, Cristiano Ronaldo Dinilai Ganggu Timnas Portugal