Meskipun kecewa, pemain yang memperkuat klub asal Denmark, FC Copenhagen itu, tidak ingin larut dalam keterpurukan.
Baca Juga: Red Sparks Vs Pink Spiders: Ratu Voli Korea Bakal Habis-habisan
Diks menilai kegagalan adalah bagian dari permainan, dan mengambil penalti adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai pemain.
“Jika Anda tidak mencobanya, Anda tidak akan pernah tahu apakah akan berhasil atau tidak,” ujarnya.
“Ya, terkadang Anda merasa gagal, tetapi Anda harus bangkit, dan saya telah melakukannya beberapa kali.”
Baca Juga: Kevin Diks Jadi Kapten FC Copenhagen Meski Tak Sejalan dengan Pelatih
Ia juga menegaskan bahwa masih ada peluang besar bagi Indonesia untuk memperbaiki posisi di klasemen grup.
Timnas Indonesia masih memiliki dua pertandingan tersisa melawan China dan Jepang yang dijadwalkan pada Juni 2025.
Dua laga tersebut menjadi penentu bagi Indonesia dalam upaya mengamankan tiket ke putaran berikutnya Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Parma 2-2 Inter: Cristian Chivu Kejutkan Pemuncak Klasemen
Kevin Diks berharap dirinya dan rekan-rekan di Timnas dapat belajar dari kekalahan ini dan tampil lebih baik ke depannya.
Ia pun optimistis bisa memberikan kontribusi positif untuk Timnas di laga-laga mendatang.
“Ini bukan akhir dari segalanya. Kami akan terus berjuang dan semoga bisa memberikan hasil terbaik bagi Indonesia,” tutupnya.
Artikel Terkait
Real Madrid Dipermak Valencia, Ancelotti: Peluang Juara La Liga Makin Tipis
Barcelona Fokus Sisi Baik Ketimbang Kehilangan 2 Poin dari Real Betis
Insiden Gila dalam Satu Pertandingan, 3 Kartu Merah hingga Cedera Kepala Parah
Red Sparks Vs Pink Spiders: Peran Penjahat Baru Saja Dimulai
Ronaldo Ambil Alih Valencia dengan Dukungan Arab Saudi