Catatan Piala Asia 2025: Indonesia Vs Afghanistan 2-0, Sapu Bersih, Tapi...

Suryansyah, Sportlink News
- Jumat, 11 April 2025 | 08:54 WIB
Pergerakan striker Timnas U17, Rafi Rasyiq (17) coba dihentikan pemain Afghanistan U17 di laga terakhir penyisihan Grup C Piala Asia U17 2025 di Jeddah, 10 April 2025.
Pergerakan striker Timnas U17, Rafi Rasyiq (17) coba dihentikan pemain Afghanistan U17 di laga terakhir penyisihan Grup C Piala Asia U17 2025 di Jeddah, 10 April 2025.

Sekali lagi, warisan Shin Tae-yong, terasa sekali dalam pola bertahan. Afghanistan yang turun sesungguhnya bukan tim yang mudah dikalahkan. Beberapa kali gawang Dafa L-Gasemi terancam.

Beruntung, kiper Dewa United U-20 kelahiran Purwakarta (12/2/2008) itu tampil cemerlang. Hebatnya, Dafa hampir selalu on position, maka ia tidak terlalu repot untuk mementahkan gempuran lawan. Bola seolah-olah menuju ke dirinya bukan ke sisi gaeang yang lain.

Baca Juga: Conference League | Celje 1-2 Fiorentina: Lebih Sulit dari yang Diharapkan

Dari sembilan bekal kiper yang baik, sedikitnya lebih dari separuh sudah dipenuhi Dafa. Paling menonjol, bahasa kerennya the ball to read the direction of the ball Dafa mampu membaca arah bola dengan baik. Hal ini melukiskan bahwa bakatnya sangat luar biasa.

Tak heran, dari tujuh penampilan resminya di timnas U-17, sejak kualifikasi hingga putaran final Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia U-17, 2025, Dafa baru satu kali kebobolan saat Indonesia melawan Yaman.

Selain Putu Panji, kapten sekaligus palang pintu pertahanan timnas bersama Matthew Baker dan kawan-kawan sangat solid, Dafa sendiri memiliki kelebihan yang menjanjikan.

Baca Juga: Megawati Kembali Ke Indonesia, Ko Hee-jin Tinggalkan Air Mata

Indonesia masih harus menunggu laga grup D. Tiga negara Tajikistan, Korut, dan Oman saling berlomba. Ketiganya masing-masing mengantongi 1 kali: Tajikistan menang atas Oman 2-1, Korut menghajar Tajikistan 3-1, Oman menang 3-2 atas Iran. Dan laga terakhir hari ini Oman vs Korut dan Tajikistan vs Iran.

Di atas kertas Tajikistan mampu mengalahkan Iran, sementara jika Oman menang atas Korut, maka Tajikistan akan menjadi juara grup D, meski sama poinnya denfan Tajikistan, namun Oman kalah dalam laga awalnya.

Sebaliknya, jika Korut yang menang, maka Korutlah yang akan menjadi juara grupnya karena Oman kalah telak dari Kim Jong-un itu.

Siapa pun yang akan dihadapi Garuda Muda, Nova harus siap. Putu Panji dan kawan-kawan juga harus bisa tampil secemerlang laga kualifikasi. Jika semua siap, maka saya berpikir inilah saatnya sepakbola melompok umur kita berbicara di tingkat Asia dan dunia.

Bravo sepak bola Indonesia...

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inggris 6 Prancis 4: Pertandingan Paling Gila

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB
X